TEXT LINK

No. 571 : Doa - Memberitahu Tuhan (Joseph Scriven, Canada)

Links

Lirik
1. Yesus itu sobat kita, yang tanggung dosa kita;
    Dia beri hak pada kita, bawa s'mua dalam doa.
    Sering damai kita hilang, malah sakit menindas,
    Kar'na kita tak membawa semua hal dalam doa.

2. Adakah coba dan goda, atau susah derita?
    Kita tak perlu kecewa, bawa s'mua dalam doa.
    Siapa p'ri Dia tulus, setia, yang tanggung d'rita kita?
    Yesus tahu lemah kita, bawa s'mua dalam doa.

3. Adakah lelah, beban b'rat, susah, kuatir, gelisah?
    Ingat pada P'nolong kita, bawa s'mua dalam doa.
    Adakah temanmu khianat? Beri tahu pada-Nya;
    Dia perisai, jaga kita, semua duka lenyaplah.


Amsal 18:24 
Ada teman yang mendatangkan kecelakaan,
tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari
pada seorang saudara.
Other Languages
Source: http://www.hymnal.net/hymn.php/h/789#ixzz1wqG7OWtr

Keterangan:

Kidung ini ditulis oleh Joseph Scriven, pada tahun 1857. Kidung ini ditulis oleh Joseph untuk ibunya yang sedang sakit keras dan dia tidak dapat menemuinya karena jarak tempat tinggal mereka yang jauh, karena berbeda negara dan benua Serta uangnya tidak cukup untuk datang mengunjungi ibunya. Untuk menghibur hati ibunya itu, dia menulis surat bagi ibunya, dimana kata-kata dalam isi surat tersebut mirip dengan kidung tersebut. Dalam ketiga bait dari kidung ini, perkataan yang sama adalah “Bawa s'mua dalam doa”. Mengapa kita bisa dan seharusnya membawa semua hal ke dalam doa? Bait pertama mengungkapkan karena Yesus itu adalah teman kita. Dia adalah Teman yang telah mengorbanlcan segala yang Dia miliki, termasuk nyawa-Nya, agar Dia dapat menanggung dosa-dosa kita. Jika Yesus bisa menanggung dosa-dosa kita, mak segala permasalahan kita yang lain juga pasti bisa la tanggung, Seringkali kita ingin menanggung permasalahan kita sendiri. Hal ini menyebabkan kita sering merasa khawatir, tidak ada damai, dan sakit. Lebih jauh lagi, seperti yang dikatakan bait kedua dan ketiga, seringkali kita dicobai, rnenderita susah, kecewa, lelah, berbeban berat, susah, gelisah, dan dikhianati. Bukankah di dalam batin kita terdapat penderitaan, kekurangan, dan rasa membutuhkan sesuatu? Tetapi kepada siapakah kita bisa rnengutarakan semuanya itu? Siapa yang dapat memahami kita, bersimpati kepada kita dan membereskan kesulitan dalam batin kita? Apakah kita bersandar kepada manusia? Siapa yang sanggup memuaskan kebutuhan batiniah kita? Tatkala kita berada dalam situasi seperti ini, ingatlah bahwa Tuhan memberi hak pada kita untuk membawa semua perkara kita ke dalam doa.


Bait kedua dan ketiga juga mengungkapkan siapakah Yesus, Teman kita ini? Yesus itu tulus, setia, menanggung derita kita, tahu lemah kita, Penolong kita, Perisai kita, Penjaga kita, dan Dia yang melenyapkan semua duka kita. Allah memelihara orang yang percaya kepada-Nya. Jika Anda mengira bahwa segala cobaan yang menimpa diri Anda harus Anda tanggulangi sendiri, Anda telah salah_ Anda harus percaya kepada kekuatan pemeliharaan Allah. Anda harus percaya Allah dapat memelihara Anda sehingga Anda terlepas dari segala dosa dan pencobaan. Iika Anda demikian percaya, maka Anda akan melihat satu perkara yang ajaib. Ketika Anda melihat banyak pencobaan yang tiba-tiba bermunculan, entah bagaimana, ada satu benda, yaitu perisai menghadang di sana, melindungi Anda. Ini tepat seperti yang pemazmur katakan, “Jiwa kita menanti- nantikan TUHAN_ Dialah penolong kita dan perisai kita” (Mzm. 33:20) dan “Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok” (Mzm. 91 14),