Lirik:
1. Apa saat! Sendirian, sekeliling gelap!
Saat Putra Tunggal Bapa, mati bagi orang dosa, ini sungguh 'ngenas.
Tuhan mulia disalibkan! Raja hayat orang tindas!
2. Allah insan hidup, mati, sungguh maha ajaib!
'Nilah inti! Semuanya, memandang sambil menyembah, Kau patut dipuji!
O, Tuhan Yesus, salib-Mu, kekal rumah idamanku!
3. O, saat pandang salib-Mu, hatiku terharu;
Jelmaan kasih dipaku, kami girang campur haru, Kau mati bagiku!
Hati pilu mendengar-Mu, "Eli, lema sabakhtani!"
4. Tuhan, kami patut mati, t'rima murka Allah;
Tapi Putra terkasih-Mu, gantiku tanggung derita; p'nuhi keadilan.
Dengan-Mu aku tersalib, dengan-Mu aku t'lah mati.
5. Dengan-Mu ku dapat hayat, bangkit dari mati;
Kau Kepala, kami Tubuh, kami dan Kau milik Allah, t'rima berkat Allah.
Dulu hanya pantas mati, kini d'ngan-Mu seru, "Abba".
Link:
Category:Praise of the Lord
Subcategory:His Redemption
Lyrics:James George Deck (1807-1884)
Music:T. Willey
Time: 4/4
Key: D Major
Meter: 8.6.8.8.6.8.8.
Hymn Code:55331766653312
Music (MIDI)
Tune (MIDI)
Music (MP3)
Lead Sheet (Guitar)
Lead Sheet (Piano)
Piano Sheet Music
Kidung: Apa Saat! Sendirian, Sekeliling Gelap!
Bait 1
Apa saat! Sendirian, sekeliling gelap!
Saat Putra Tunggal Bapa, mati bagi orang dosa, ini sungguh ’ngenas.
Tuhan mulia disalibkan! Raja hayat orang tindas!
📖 Ayat Alkitab (LAI)
“Pada jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.”
— Markus 15:33
“Ia, yang tidak mengenal dosa, telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita.”
— 2 Korintus 5:21
🌿 Ilustrasi Rohani
Terang dunia tergantung di kayu salib, dan justru saat itu dunia menjadi gelap. Gelap bukan karena matahari gagal bersinar, tetapi karena dosa manusia sedang ditanggung sepenuhnya.
💠Renungan Bait
Kesendirian Kristus di salib adalah harga agar manusia tidak lagi sendirian menghadapi murka Allah. Raja hayat rela ditindas demi menyelamatkan yang terhimpit dosa.
Bait 2
Allah insan hidup, mati, sungguh maha ajaib!
’Nilah inti! Semuanya, memandang sambil menyembah, Kau patut dipuji!
O, Tuhan Yesus, salib-Mu, kekal rumah idamanku!
📖 Ayat Alkitab (LAI)
“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.”
— Yohanes 1:14
“Kami memberitakan Kristus yang disalibkan.”
— 1 Korintus 1:23
🌿 Ilustrasi Rohani
Salib yang dahulu alat hukuman kini menjadi tempat pulang bagi jiwa yang lelah.
💠Renungan Bait
Inilah pusat iman Kristen: Allah menjadi manusia dan mati. Salib bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan rumah kekal bagi hati yang percaya.
Bait 3
O, saat pandang salib-Mu, hatiku terharu;
Jelmaan kasih dipaku, kami girang campur haru, Kau mati bagiku!
Hati pilu mendengar-Mu, “Eli, lema sabakhtani!”
📖 Ayat Alkitab (LAI)
“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: Eli, Eli, lama sabakhtani?”
— Matius 27:46
🌿 Ilustrasi Rohani
Teriakan Yesus bukan teriakan putus asa, melainkan jeritan Anak yang menanggung keterpisahan demi memulihkan relasi kita dengan Bapa.
💠Renungan Bait
Kasih sejati tidak hanya memberi, tetapi juga menanggung rasa ditinggalkan. Tangisan salib menjadi jaminan bahwa kita tidak akan ditinggalkan Allah.
Bait 4
Tuhan, kami patut mati, t’rima murka Allah;
Tapi Putra terkasih-Mu, gantiku tanggung derita; p’nuhi keadilan.
Dengan-Mu aku tersalib, dengan-Mu aku t’lah mati.
📖 Ayat Alkitab (LAI)
“Aku telah disalibkan dengan Kristus.”
— Galatia 2:20
“Ia menjadi pendamaian untuk segala dosa kita.”
— 1 Yohanes 2:2
🌿 Ilustrasi Rohani
Di kayu salib ada dua kisah: kematian Kristus dan kematian manusia lama.
💠Renungan Bait
Orang percaya bukan hanya diampuni, tetapi dipersatukan dengan kematian Kristus. Dosa lama tidak lagi berkuasa.
Bait 5
Dengan-Mu ku dapat hayat, bangkit dari mati;
Kau Kepala, kami Tubuh, kami dan Kau milik Allah, t’rima berkat Allah.
Dulu hanya pantas mati, kini d’ngan-Mu seru, “Abba”.
📖 Ayat Alkitab (LAI)
“Jika kita mati dengan Kristus, kita percaya bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.”
— Roma 6:8
“Oleh Roh itu kita berseru: Abba, ya Bapa!”
— Roma 8:15
🌿 Ilustrasi Rohani
Dari salib menuju kebangkitan—dari hukuman menuju pengangkatan sebagai anak.
💠Renungan Bait
Salib tidak berakhir pada kematian, tetapi membuka jalan menuju kehidupan anak-anak Allah. Dari “terhukum” menjadi “dikekasihi”.
Renungan Keseluruhan Kidung
Kidung ini membawa kita ke pusat iman: salib Kristus. Di sanalah kegelapan, kasih, keadilan, kematian, dan kehidupan bertemu. Kristus mati agar kita hidup; Ia ditinggalkan agar kita dapat berseru, “Abba, Bapa.”
Doa Penutup
Tuhan Yesus,
Kami memandang salib-Mu dengan gentar dan syukur.
Di sana Engkau sendirian, agar kami tidak binasa.
Ajari kami hidup sebagai orang yang telah disalibkan dan dibangkitkan bersama-Mu,
hingga kami berseru dengan yakin: Abba, Bapa.
Amin.