Lirik:
1. Yesus berdoa, sendirian, sunyi Getsemani,
Koor: Bagi aku, Dia telah disalib, Korban jiwa menebusku,
Hati-Nya leleh, lumer, bagiku.
2. Dia dib'lenggu, bagi aku, pada malam itu;
Sendirian, diperiksa, di depan Pilatus.
3. Dia disesah, bagi aku, bilur kujur badan,
Tajuk duri dikenakan, diolok, dihina.
4. Dia pun mati, bagi aku, di Bukit Golgota,
Tangan, kaki, bahkan lambung, berdarah, tebusku
5. Minum cawan, bagi aku, pahit, murka, laknat,
Agar aku dapat s'lamat, terhindar binasa.
6. Dia berkata,"Sudah Genap!" Bisakah ku bebal?
Ku tak lagi, degil hati, kasih-Nya tak terp'ri!
Link:
Category:Praise of the Lord
Subcategory:His Suffering
Lyrics:Benjamin H. Price
Music:Benjamin H. Price
Time: 4/4
Key: F Major
Meter: 8.6.8.6. with chorus.
Hymn Code:11231413354223
Music (MIDI)
Tune (MIDI)
Music (MP3)
Lead Sheet (Guitar)
Lead Sheet (Piano)
Piano Sheet Music
Kidung: Yesus Berdoa, Sendirian
Bait 1
Yesus berdoa, sendirian, sunyi Getsemani,
Sungguh sedih, tangis lantang, peluh bercucuran.
Koor:
Bagi aku, Dia telah disalib,
Korban jiwa menebusku,
Hati-Nya leleh, lumer, bagiku.
📖 Ayat Alkitab (LAI)
“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa; peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.”
— Lukas 22:44
🌿 Ilustrasi Rohani
Getsemani seperti ruang terdalam hati Kristus, tempat beban dunia diletakkan di atas-Nya tanpa seorang pun yang menopang.
💠Renungan Bait
Di taman sunyi itu, Yesus tidak melarikan diri. Ia menghadapi penderitaan dengan doa. Tangisan-Nya menunjukkan kemanusiaan sejati, sementara ketaatan-Nya menyatakan kasih ilahi yang sempurna.
Bait 2
Dia dib’lenggu, bagi aku, pada malam itu;
Sendirian, diperiksa, di depan Pilatus.
📖 Ayat Alkitab (LAI)
“Mereka membelenggu Yesus, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus.”
— Markus 15:1
🌿 Ilustrasi Rohani
Sang Pembebas berdiri sebagai tawanan, supaya mereka yang terbelenggu dosa dapat dilepaskan.
💠Renungan Bait
Yesus dibelenggu bukan karena Ia bersalah, melainkan agar kita yang bersalah dibebaskan. Kesendirian-Nya di ruang pengadilan menjadi harga bagi penerimaan kita di hadapan Allah.
Bait 3
Dia disesah, bagi aku, bilur kujur badan,
Tajuk duri dikenakan, diolok, dihina.
📖 Ayat Alkitab (LAI)
“Lalu mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya.”
— Matius 27:29
“Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”
— 1 Petrus 2:24b
🌿 Ilustrasi Rohani
Duri yang menusuk kepala-Nya adalah tanda bahwa kutuk dosa telah diletakkan atas Dia.
💠Renungan Bait
Setiap cambukan dan hinaan tidak dijawab dengan perlawanan. Diam-Nya adalah kasih yang memilih menderita daripada membiarkan manusia binasa.
Bait 4
Dia pun mati, bagi aku, di Bukit Golgota,
Tangan, kaki, bahkan lambung, berdarah, tebusku.
📖 Ayat Alkitab (LAI)
“Di situlah mereka menyalibkan Dia.”
— Lukas 23:33
“Seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak dan segera mengalir keluar darah dan air.”
— Yohanes 19:34
🌿 Ilustrasi Rohani
Salib menjadi altar, dan Yesus menjadi korban yang sempurna.
💠Renungan Bait
Kematian Kristus bukan kekalahan, melainkan penebusan. Darah-Nya mengalir bukan sia-sia, tetapi sebagai harga lunas bagi dosa kita.
Bait 5
Minum cawan, bagi aku, pahit, murka, laknat,
Agar aku dapat s’lamat, terhindar binasa.
📖 Ayat Alkitab (LAI)
“Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku; namun janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
— Matius 26:39
🌿 Ilustrasi Rohani
Cawan murka yang seharusnya berada di tangan kita, kini kosong—karena telah diminum Kristus sampai habis.
💠Renungan Bait
Yesus menerima murka agar kita menerima berkat. Ia menanggung laknat supaya kita hidup dalam damai dengan Allah.
Bait 6
Dia berkata, “Sudah Genap!” Bisakah ku bebal?
Ku tak lagi, degil hati, kasih-Nya tak terp’ri!
📖 Ayat Alkitab (LAI)
“Sesudah itu Yesus berkata: ‘Sudah genap.’ Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.”
— Yohanes 19:30
🌿 Ilustrasi Rohani
Seperti pekerjaan yang selesai dengan sempurna, keselamatan kita tidak kurang dan tidak perlu ditambah.
💠Renungan Bait
“Sudah genap” adalah seruan kemenangan kasih. Tidak ada lagi hutang dosa yang tersisa. Respons yang layak hanyalah pertobatan, iman, dan penyerahan penuh.
Renungan Penghubung Seluruh Kidung
Kidung ini menuntun kita dari Getsemani ke Golgota, dari doa sunyi hingga seruan kemenangan. Setiap tahap penderitaan Kristus bukan kebetulan, melainkan langkah terencana dalam kasih Allah. Yesus sendirian supaya kita tidak pernah sendirian. Ia dibelenggu, disesah, disalibkan, dan meminum cawan murka agar kita memperoleh hidup, damai, dan keselamatan yang kekal.
Doa Penutup
Tuhan Yesus,
kami bersujud di hadapan kasih-Mu yang tak terp’ri.
Engkau berdoa saat kami tak sanggup,
Engkau menderita saat kami lemah,
Engkau mati agar kami hidup.
Lunakkan hati kami,
jauhkan kami dari kekerasan dan ketidakpekaan,
dan pimpin kami hidup bagi-Mu
hingga hari kami melihat-Mu muka dengan muka.
Dalam nama-Mu yang mulia kami berdoa.
Amin.