TEXT LINK

No. 087 : Memuji Tuhan - Penderitaan-Nya (M.W Biggs, koor: W.L)



Lirik:

1. Tuhan ku hargai jalan-Mu, yang p'nuh d'rita dan c'laka;
    Kematian-Mu menger-kan, kian nyatalah cinta-Mu.

    Koor: Puji Tuhan! Puji Tuhan! Kau mati buat yang dosa;
    Mulia Tuhan! Mulia Tuhan! Tuhan bangkit, ku pun hiduplah.

2. Tuhan, betapa d'rita-Mu, tak terp'ri tak terukur;
    Kau diinjak, Kau ditendang, sakitnya tak kepalang.

3. Waktu Kau g'napkan tebusan, tiada orang yang serta;
    Kar'na s'mua ialah tawanan, hanya Kau yang bebaskan.

4. Kau t'lah paham upah dosa, murka, laknat dan maut;
    Dijual orang, dibuang Allah, ku ta'u cinta-Mu tulus.

Link:

Category:Praise of the Lord
Subcategory:His Suffering
Lyrics:M. W. BiggsChorus by Witness Lee (1905-1997)
Music:Margaret Jenkins Harris (1865-1919)
Time: 4/4
Key: Eb Major
Meter: 8.7.8.7. with chorus.
Hymn Code:334321444254323
Music (MIDI)
Tune (MIDI)
Music (MP3)
Lead Sheet (Guitar)
Lead Sheet (Piano)

Kidung: Tuhan Ku Hargai Jalan-Mu

Bait 1

Tuhan ku hargai jalan-Mu, yang p’nuh d’rita dan c’laka;
Kematian-Mu mengerikan, kian nyatalah cinta-Mu.

Ayat Alkitab (LAI):

“Ia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Ia diremukkan oleh karena kejahatan kita.”
Yesaya 53:5a
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
Roma 5:8

Ilustrasi rohani singkat:
Seperti jalan berbatu yang ditempuh demi menyelamatkan orang terkasih, Kristus memilih jalan penderitaan demi menyingkapkan kasih Allah.

Renungan bait:
Salib bukan kecelakaan sejarah, melainkan jalan yang dipilih Yesus. Semakin kita memandang kedahsyatan kematian-Nya, semakin nyata kasih-Nya bagi kita.


Koor

Puji Tuhan! Puji Tuhan! Kau mati buat yang dosa;
Mulia Tuhan! Mulia Tuhan! Tuhan bangkit, ku pun hiduplah.

Ayat Alkitab (LAI):

“Kristus telah mati karena dosa-dosa kita… Ia telah dibangkitkan pada hari yang ketiga.”
1 Korintus 15:3–4
“Tetapi Kristus memang telah dibangkitkan dari antara orang mati.”
1 Korintus 15:20a

Renungan singkat:
Pujian kita bersumber dari dua fakta agung: Kristus mati bagi kita dan bangkit bagi hidup kita.


Bait 2

Tuhan, betapa d’rita-Mu, tak terp’ri tak terukur;
Kau diinjak, Kau ditendang, sakitnya tak kepalang.

Ayat Alkitab (LAI):

“Aku telah menyerahkan punggung-Ku kepada orang-orang yang memukul Aku.”
Yesaya 50:6a
“Mereka menyalibkan Dia, dan bersama Dia dua orang penyamun.”
Markus 15:24, 27

Ilustrasi rohani singkat:
Seperti orang tak bersalah yang dihukum dengan kejam, Yesus menanggung kekerasan tanpa membalas, demi penebusan.

Renungan bait:
Penderitaan Yesus melampaui kata dan ukuran manusia. Setiap luka adalah harga yang Ia bayar agar kita disembuhkan.


Bait 3

Waktu Kau g’napkan tebusan, tiada orang yang serta;
Kar’na s’mua ialah tawanan, hanya Kau yang bebaskan.

Ayat Alkitab (LAI):

“Maka semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.”
Matius 26:56b
“Ia seorang diri telah menginjak-injak tempat pemerasan anggur itu.”
Yesaya 63:3a

Ilustrasi rohani singkat:
Seperti penebus yang masuk ke penjara sendirian demi membebaskan tawanan, Kristus menanggung salib seorang diri.

Renungan bait:
Tidak seorang pun dapat menolong Yesus, sebab tidak seorang pun sanggup menebus dosa. Hanya Dia yang layak dan berkuasa membebaskan.


Bait 4

Kau t’lah paham upah dosa, murka, laknat dan maut;
Dijual orang, dibuang Allah, ku ta’u cinta-Mu tulus.

Ayat Alkitab (LAI):

“Upah dosa ialah maut.”
Roma 6:23a
“Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”
Galatia 3:13b
“Ia telah membuat Dia yang tidak mengenal dosa menjadi dosa karena kita.”
2 Korintus 5:21a

Ilustrasi rohani singkat:
Seperti orang yang rela memikul hukuman orang lain, Yesus menanggung murka agar kita menerima kasih.

Renungan bait:
Yesus memahami sepenuhnya konsekuensi dosa, namun Ia tetap maju. Ia ditolak manusia dan “ditinggalkan” Allah supaya kita diterima untuk selamanya.


Renungan Penghubung Seluruh Kidung

Kidung ini membawa kita menapaki jalan salib Kristus—jalan yang penuh penderitaan, kesepian, dan murka ilahi. Namun di balik kengerian itu tersingkap kebenaran terbesar: kasih Allah yang rela membayar harga tertinggi. Salib menjadi bukti bahwa dosa kita sungguh serius, dan kasih Kristus sungguh mutlak.


Doa Penutup

Tuhan Yesus,
kami menghargai jalan-Mu yang berdarah dan berat.
Engkau tidak menghindari murka,
tidak menolak salib,
demi menebus kami yang terikat dosa.
Tanamkan salib-Mu dalam hati kami,
agar hidup kami tidak lagi ringan terhadap dosa,
namun penuh syukur, pujian, dan penyerahan.
Kiranya hidup kami memuliakan Engkau
yang mati dan bangkit bagi kami.
Dalam nama-Mu yang kudus kami berdoa. Amin.