1. Tuhan, kasih-Mu desak Kau, terhina dan wafat!
Agar kami menang atas dosa, dan si kuat.
2. Pikulan-Mu sungguh berat, betapa tanggungan!
Dosa insan, cemooh setan, tambah murka Allah.
3. Ombak, badai bergelora, kini teduh reda,
Kami girang kar'na dapat Nama-Mu nan hebat.
4. Kami segera terangkat, nyanyi kidung pujian;
Namun di tempat wafat-Mu, mulailah kidungku.
Kidung: Tuhan, Kasih-Mu Desak Kau
Bait 1
Tuhan, kasih-Mu desak Kau, terhina dan wafat!
Agar kami menang atas dosa, dan si kuat.
📖 Ayat Alkitab (LAI)
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
— Yohanes 3:16
“Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita dan kekuasaan Kristus-Nya.”
— Wahyu 12:10
🌿 Ilustrasi Rohani
Kasih Allah seperti arus kuat yang mendorong Kristus maju ke salib—tak tertahan, tak berpaling.
💠Renungan Bait
Yesus tidak dipaksa menuju salib; kasihlah yang “mendesak” Dia. Kerendahan dan kematian-Nya bukan kekalahan, melainkan jalan kemenangan atas dosa dan kuasa si jahat.
Bait 2
Pikulan-Mu sungguh berat, betapa tanggungan!
Dosa insan, cemooh setan, tambah murka Allah.
📖 Ayat Alkitab (LAI)
“Sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggung-Nya, dan kesengsaraan kitalah yang dipikul-Nya.”
— Yesaya 53:4
“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita.”
— 2 Korintus 5:21
🌿 Ilustrasi Rohani
Salib memanggul tiga beban: dosa manusia, hinaan musuh, dan murka Allah—semuanya ditumpukan pada satu Pribadi.
💠Renungan Bait
Beratnya salib bukan hanya kayu, tetapi hukuman ilahi. Yesus berdiri di posisi kita, menerima apa yang seharusnya menimpa kita, agar kita berdiri di hadapan Allah tanpa hukuman.
Bait 3
Ombak, badai bergelora, kini teduh reda,
Kami girang kar’na dapat Nama-Mu nan hebat.
📖 Ayat Alkitab (LAI)
“Ia telah menghapuskan surat hutang… dan memakukannya pada kayu salib.”
— Kolose 2:14
“Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.”
— Amsal 18:10
🌿 Ilustrasi Rohani
Badai berhenti bukan karena laut menjadi tenang, tetapi karena salib telah menelan murka.
💠Renungan Bait
Sesudah salib, badai hukuman reda. Kini Nama Yesus menjadi tempat perlindungan dan sumber sukacita bagi orang-orang yang ditebus.
Bait 4
Kami segera terangkat, nyanyi kidung pujian;
Namun di tempat wafat-Mu, mulailah kidungku.
📖 Ayat Alkitab (LAI)
“Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus.”
— Galatia 6:14
“Marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh.”
— Ibrani 10:22
🌿 Ilustrasi Rohani
Semua pujian sejati lahir di kaki salib, sebelum terangkat ke kemuliaan.
💠Renungan Bait
Pujian kita bukan dimulai di sorga, melainkan di Golgota. Orang yang mengenal salib akan memuliakan Kristus dengan hati yang rendah dan penuh syukur.
Renungan Penghubung Seluruh Kidung
Kidung ini memperlihatkan bahwa kasih Kristus bukan hanya perasaan, tetapi daya pendorong yang membawa-Nya menanggung beban terberat manusia. Salib menjadi titik balik: dari badai murka menuju damai, dari kekalahan menjadi kemenangan, dari tangisan menuju pujian. Semua pujian sejati orang percaya berakar di tempat wafat Kristus.
Doa Penutup
Tuhan Yesus,
kami bersyukur atas kasih-Mu yang mendorong Engkau
menempuh jalan kehinaan dan kematian.
Engkau memikul apa yang tak sanggup kami tanggung,
Engkau menenangkan badai murka dengan darah-Mu.
Ajarlah kami memulai setiap pujian
dari salib-Mu,
hidup dalam kemenangan yang Engkau peroleh,
dan memuliakan Nama-Mu sampai kekal.
Amin.