Lirik:
1. Kepala penuh luka, nyeri sengat tulang;
Dihina dengan keji, bermahkota duri.
Tapi kini terima mulia dan pujian;
Kasi'an, dulu dibunuh, di salib Golgota.
2. Wajah-Mu yang cemerlang, sep'ri surya terang;
Bapa nampak berkenan, kar'na Kau berkorban.
Tuhan, s'mua yang Kau d'rita, bagiku yang dosa;
Hutangku Kau lunaskan, tapi Kau ditentang.
3. Betapa sengsara-Mu, meskipun Kau kudus;
Hatiku penuh syukur, mulut pun berkidung!
Kini ingat salib-Mu, di mana Kau mati;
Korban jiwa nan suci, Kau tak bilang rugi.
4. Juruselamat kami, Kaulah teman s'jati;
Saat darah teralir, siapa yang simpati?
Biarlah ku sejak kini, ingat Kau tiap hari;
Di tempat mulia nanti, bers'kutu abadi.
(Bernard of Clairvaux, 1091 - 1153; not : H.L. Hassler, Jerman)
Link:
Subcategory:His Suffering
Lyrics:Bernard of Clairvaux
Music:Anon.
Time: 4/4
Key: Ab Major
Meter: 7.6.7.6.D.
Hymn Code:5117122522123
Music (MIDI)
Tune (MIDI)
Music (MP3)
Lead Sheet (Guitar)
Lead Sheet (Piano)
Piano Sheet Music
Kepala Penuh Luka
Bait 1
Syair
Kepala penuh luka, nyeri sengat tulang;
Dihina dengan keji, bermahkota duri.
Tapi kini terima mulia dan pujian;
Kasi'an, dulu dibunuh, di salib Golgota.
Ayat Alkitab (LAI)
“Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya.”
(Matius 27:29)“Dia yang sama, yang dahulu disalibkan, kini telah dimuliakan.”
(bdk. Kisah Para Rasul 2:36)
Ilustrasi Rohani Singkat
Mahkota duri di bumi berubah menjadi mahkota kemuliaan di surga.
Renungan Bait
Yesus menanggung kehinaan dan siksaan yang paling kejam. Kepala yang dahulu terluka kini ditinggikan. Salib Golgota menjadi titik balik dari penghinaan menuju kemuliaan kekal.
Bait 2
Syair
Wajah-Mu yang cemerlang, sep'ri surya terang;
Bapa nampak berkenan, kar'na Kau berkorban.
Tuhan, s'mua yang Kau d'rita, bagiku yang dosa;
Hutangku Kau lunaskan, tapi Kau ditentang.
Ayat Alkitab (LAI)
“Wajah-Nya bercahaya seperti matahari.”
(Matius 17:2)“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
(Matius 3:17)“Ia telah menghapuskan surat hutang yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita.”
(Kolose 2:14)
Ilustrasi Rohani Singkat
Terang kemuliaan Kristus terpancar justru melalui korban yang Ia persembahkan.
Renungan Bait
Yesus menderita bukan karena kesalahan-Nya, melainkan karena dosa kita. Bapa berkenan atas korban-Nya, dan hutang dosa manusia dilunaskan sepenuhnya oleh kasih yang taat.
Bait 3
Syair
Betapa sengsara-Mu, meskipun Kau kudus;
Hatiku penuh syukur, mulut pun berkidung!
Kini ingat salib-Mu, di mana Kau mati;
Korban jiwa nan suci, Kau tak bilang rugi.
Ayat Alkitab (LAI)
“Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.”
(1 Petrus 2:22)“Ia telah menyerahkan nyawa-Nya menjadi korban penebus salah.”
(Yesaya 53:10a)“Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.”
(Yohanes 13:1b)
Ilustrasi Rohani Singkat
Korban yang murni tidak menyesali harga yang dibayar demi kasih.
Renungan Bait
Meskipun kudus dan tak bercela, Kristus rela menanggung penderitaan terdalam. Salib-Nya mengundang respons syukur dan pujian dari hati yang disentuh oleh kasih penebusan.
Bait 4
Syair
Juruselamat kami, Kaulah teman s'jati;
Saat darah teralir, siapa yang simpati?
Biarlah ku sejak kini, ingat Kau tiap hari;
Di tempat mulia nanti, bers'kutu abadi.
Ayat Alkitab (LAI)
“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.”
(Yohanes 15:13)“Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
(Matius 28:20b)“Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.”
(1 Tesalonika 4:17b)
Ilustrasi Rohani Singkat
Teman sejati tinggal setia hingga darah terakhir dan kekekalan selamanya.
Renungan Bait
Yesus bukan hanya Juruselamat, tetapi Sahabat sejati. Ia setia sampai mati dan mengundang kita untuk hidup dalam persekutuan dengan-Nya, kini dan sampai kekal.
Renungan Penghubung Seluruh Kidung
Kidung ini membawa kita dari mahkota duri menuju mahkota kemuliaan, dari salib penderitaan menuju persekutuan kekal. Kristus yang terluka adalah Kristus yang dimuliakan. Mengingat salib-Nya bukan sekadar mengenang penderitaan, tetapi memasuki kasih yang menebus dan mempersatukan kita dengan-Nya untuk selamanya.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, Juruselamat kami,
kami bersyukur atas luka-Mu yang menyembuhkan kami.
Ajarlah kami mengingat salib-Mu setiap hari,
hidup dalam kasih-Mu, dan setia sampai akhir.
Bawalah kami ke dalam persekutuan kekal bersama-Mu.
Amin.
