Kami terhibur semua, hormat, puji bagi-Nya.
Penebusan t'lah genap, musuh kami t'lah kalah;
Tebusan telah lunas, tak usah d'rita pula.
2. Tutup kubur terlontar, pintu maut terhempas;
Sejenak Dia mend'rita, agar ku t'rima kurnia.
Dia t'lah mati sekali, tak mungkin mati lagi;
Sebuah kubur t'lah hampa, kubur lain kelak juga.
3. Sebutir gandum mati, tumbuh banyaklah kini;
Dulu hanya Seorang, kini jadi gereja.
Kami ialah Tubuh-Nya, s'lalu ikut Kepala;
Mati, bangkit, serta-Nya, bagi-Nya pujian kekal.
JUDUL KIDUNG
“Yesus Bangkitlah Sudah”
Tema utama:
Kebangkitan Kristus sebagai penggenapan penebusan, kekalahan maut, dan kelahiran gereja sebagai hasil biji gandum yang mati.
Kidung ini sangat kuat dalam garis penebusan – kebangkitan – gereja sebagai Tubuh Kristus.
BAIT 1
Teks bait:
Yesus bangkitlah sudah, t'radap-Nya maut tak daya;
Kami terhibur semua, hormat, puji bagi-Nya.
Penebusan t'lah genap, musuh kami t'lah kalah;
Tebusan telah lunas, tak usah d'rita pula.
Ayat Alkitab (LAI):
-
Roma 6:9
“Kristus… tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.”
-
Yohanes 19:30
“Sudah selesai.”
-
Kolose 2:15
“Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa… dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya.”
Penjelasan rohani singkat:
Bait pertama menegaskan dua hal besar:
-
Maut tidak berdaya terhadap Kristus.
-
Penebusan telah genap dan lunas.
Karena karya salib dan kebangkitan telah sempurna,
umat Allah tidak lagi hidup dalam ketakutan dan penghukuman,
melainkan dalam penghiburan, hormat, dan pujian.
BAIT 2
Teks bait:
Tutup kubur terlontar, pintu maut terhempas;
Sejenak Dia mend'rita, agar ku t'rima kurnia.
Dia t'lah mati sekali, tak mungkin mati lagi;
Sebuah kubur t'lah hampa, kubur lain kelak juga.
Ayat Alkitab (LAI):
-
Matius 28:2
“Malaikat Tuhan… menggulingkan batu itu.”
-
Ibrani 9:28
“Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya.”
-
1 Korintus 15:20
“Kristus telah dibangkitkan… sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.”
Penjelasan rohani singkat:
Bait ini mengajarkan:
-
Penderitaan Kristus hanya sejenak,
-
tetapi hasilnya adalah kurnia kekal bagi kita.
Kebangkitan Kristus bukan hanya untuk Dia sendiri,
melainkan sebagai jaminan bahwa kubur kita pun kelak akan kosong.
Ia adalah yang sulung dari kebangkitan.
BAIT 3
Teks bait:
Sebutir gandum mati, tumbuh banyaklah kini;
Dulu hanya Seorang, kini jadi gereja.
Kami ialah Tubuh-Nya, s'lalu ikut Kepala;
Mati, bangkit, serta-Nya, bagi-Nya pujian kekal.
Ayat Alkitab (LAI):
-
Yohanes 12:24
“Jika sebutir gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”
-
Efesus 1:22-23
“Gereja… adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia.”
-
Roma 6:5
“Jika kita telah menjadi satu dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan kebangkitan-Nya.”
Penjelasan rohani singkat:
Bait ini sangat dalam secara rohani:
-
Kristus adalah sebutir gandum yang mati,
-
hasilnya bukan satu pribadi saja,
tetapi banyak orang menjadi gereja, Tubuh-Nya.
Kita bukan hanya diselamatkan secara pribadi,
tetapi dipersatukan dengan Kepala,
mengalami mati dan bangkit bersama Dia.
KESATUAN MAKNA KIDUNG
Alur rohani kidung ini sangat indah dan teologis:
-
Bait 1 – Penebusan selesai dan maut dikalahkan
-
Bait 2 – Kebangkitan sebagai jaminan kebangkitan kita
-
Bait 3 – Hasil kebangkitan: lahirnya gereja sebagai Tubuh Kristus
Kesatuan pesannya:
Kristus bangkit bukan hanya untuk menang atas maut,
tetapi untuk:
menyelesaikan penebusan,
menjamin kebangkitan umat-Nya,
dan melahirkan gereja sebagai hasil biji gandum yang mati,
sehingga umat Allah hidup dan memuji Dia dalam kesatuan dengan Kepala.
DOA PENUTUP
Tuhan Yesus,
Engkau telah bangkit dan maut tidak lagi berkuasa atas-Mu.
Terima kasih karena penebusan telah genap
dan harga telah lunas dibayar oleh darah-Mu.Engkau mati sekali untuk selamanya,
dan kebangkitan-Mu menjadi jaminan kebangkitan kami kelak.Jadikan kami sungguh-sungguh hidup sebagai Tubuh-Mu,
selalu mengikuti Kepala,
mati dan bangkit bersama Engkau,
sampai hidup kami menjadi pujian kekal bagi-Mu.Dalam nama Tuhan Yesus yang hidup selama-lamanya,
Amin.