TEXT LINK

No. 099 : Memuji Tuhan - Kebangkitan-Nya (Robert Lowry)



Lirik:

1. Rebah dalam kubur, Yesus Tuhanku!
    Tunggu fajar m'rekah ya, Tuhanku!

    Koor:
    Dari kubur Dia bangkit,
    musuh musuh tersapu habis,
    Dari maut, t'lah bangkit dan menang kini,
    berkuasa beserta para S'rani.
    Dia bangkit! Dia bangkit!
    Haleluya, Dia bangkit!

2. Sia-sia yang menjaga, Yesus Tuhanku;
    Sia-sia yang menyumbat, ya Tuhanku.

3. Maut tak berdaya, Yesus Tuhanku;
    B'lenggu Dia orakkan, ya Tuhanku.

Link:


Lead Sheets:Guitar · Piano
Category:Praise of the Lord
Subcategory:His Resurrection
Lyrics:Robert Lowry (1826-1899)
Music:Robert Lowry (1826-1899)
Time: 4/4
Key: Bb Major
Meter: Peculiar Meter.
Hymn Code:55665554665
Music (MIDI)
Tune (MIDI)
Music (MP3)
Lead Sheet (Guitar)
Lead Sheet (Piano)
Piano Sheet Music


Kidung: Dia Bangkit!


Bait 1

Rebah dalam kubur, Yesus Tuhanku!
Tunggu fajar m’rekah ya, Tuhanku!

📖 Ayat Alkitab (LAI)

“Sesudah hari Sabat berlalu, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu…”
Matius 28:1

🌿 Ilustrasi Rohani

Kubur tampak sunyi dan gelap, tetapi di balik keheningan itu Allah sedang menyiapkan kemenangan terbesar.

💭 Renungan Bait

Yesus benar-benar mati dan dikuburkan. Ia masuk ke dalam keheningan maut sepenuhnya, menanggung akhir manusia berdosa—namun fajar Allah tidak pernah gagal terbit.


Koor

Dari kubur Dia bangkit,
musuh-musuh tersapu habis,
Dari maut, t’lah bangkit dan menang kini,
berkuasa beserta para S’rani.
Dia bangkit! Dia bangkit!
Haleluya, Dia bangkit!

📖 Ayat Alkitab (LAI)

“Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit.”
Matius 28:6
“Hai maut, di manakah kemenanganmu?”
1 Korintus 15:55

🌿 Ilustrasi Rohani

Kubur yang terbuka adalah bukti bahwa maut telah kalah dan tidak lagi berkuasa.

💭 Renungan Koor

Kebangkitan Kristus bukan sekadar kabar baik—ini adalah deklarasi kemenangan. Musuh terbesar manusia telah dikalahkan, dan umat-Nya ikut masuk dalam kuasa kebangkitan itu.


Bait 2

Sia-sia yang menjaga, Yesus Tuhanku;
Sia-sia yang menyumbat, ya Tuhanku.

📖 Ayat Alkitab (LAI)

“Mereka menyegel kubur itu dan menempatkan penjaga.”
Matius 27:66

🌿 Ilustrasi Rohani

Manusia mencoba mengurung kuasa Allah dengan batu dan segel, tetapi tidak ada yang dapat menahan rencana-Nya.

💭 Renungan Bait

Segel Romawi, batu besar, dan penjaga bersenjata tidak mampu menghentikan kehendak Allah. Apa pun usaha manusia, kebangkitan Kristus tetap terjadi.


Bait 3

Maut tak berdaya, Yesus Tuhanku;
B’lenggu Dia orakkan, ya Tuhanku.

📖 Ayat Alkitab (LAI)

“Allah telah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut.”
Kisah Para Rasul 2:24

🌿 Ilustrasi Rohani

Rantai yang putus berserakan di lantai penjara yang kosong.

💭 Renungan Bait

Maut tidak hanya dikalahkan—ia dilucuti. Yesus bangkit bukan dengan pertolongan, tetapi dengan kuasa ilahi-Nya sendiri.


Renungan Penghubung Seluruh Kidung

Kidung ini menyatakan inti iman Kristen:
Yesus mati, dikuburkan, dan bangkit.
Tanpa kebangkitan, iman sia-sia;
tetapi karena Ia bangkit,
dosa diampuni, maut dikalahkan, dan umat percaya hidup dalam pengharapan.
Kubur kosong adalah meterai kemenangan Allah yang kekal.


Doa Penutup

Tuhan Yesus yang bangkit,
Kami menyembah Engkau, Pemenang atas maut.
Engkau tidak tinggal dalam kubur,
dan kami pun tidak lagi terikat oleh dosa dan ketakutan.
Hidupkan kami dalam kuasa kebangkitan-Mu,
agar hidup kami memancarkan pengharapan,
sampai hari kami bangkit bersama-Mu dalam kemuliaan.
Dalam nama Yesus yang hidup kami berdoa. Amin.


Keterangan:
Roma 6:8-9
"Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. 
Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: 
maut tidak berkuasa lagi atas Dia." 

Bila Anda & saya hidup pada masa gereja sebermula, seperti lirik dalam kidung inilah 
kita akan menyapa satu sama lain, sebagai kaum beriman. Banyak gereja evangelikal 
merayakan kemenangan Kristus dan telah terinspirasi dengan nyanyian kidung Paskah ini, 
yang ditulis oleh Robert Lowry pada tahun 1874. 

Robert Lowry tidak memiliki metode khusus dalam menulis kidung. 
Pada musim Paskah tahun 1874, ketika dia sedang memiliki saat teduh di suatu sore, 
Robert Lowry sangat terkesan dengan pengalaman yang memimpin kepada 
kebangkitan Kristus, khususnya pada tulisan yang berada di Lukas 24:6-8.

"Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, 
ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan 
orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." 
Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu."


Dengan segera Robert Lowry duduk di organ kecil di rumahnya dan dengan spontan, 
kalimat & musik untuk kidung ini terbentuk, memberikan ekspresi pemikirannya. 
Kidung ini dipublikasikan tahun 1875. Tiap bait & bagian reff kidung ini adalah kontras 
antara suasana kematian & kebangkitan. Meskipun tidak tercatat, tiap bait seharusnya 
dinyanyikan dengan perlahan, dan dengan tempo yang kuat untuk reff nya.