Kidung: “Bapa, Kami Sujud di Depan-Mu”
Bait 1
Kidung
Bapa, kami sujud di depan-Mu, khidmat, tulus;
Para anak-Mu semua berhimpun, 'tuk berkidung:
Kurnia ajaib bawa kami pulang,
D'ngan Putra-Mu hampir pada Bapa!
Ayat-ayat Alkitab terkait
-
Ibrani 10:19–22 — Kita berani menghampiri hadirat Allah oleh darah Yesus.
-
Efesus 2:18 — Oleh Dia kita beroleh jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh.
-
Lukas 15:20 — Bapa menyambut anak yang pulang dengan kasih.
-
Roma 8:15 — Kita berseru: “Abba, ya Bapa!”
Ilustrasi rohani
Seperti anak-anak yang pulang ke rumah setelah lama merantau, demikianlah anak-anak Allah berhimpun. Bukan karena layak, melainkan karena kurnia ajaib yang membawa mereka kembali—dipimpin oleh Sang Putra—ke hadapan Bapa.
Bait 2
Kidung
Sungguh amatlah dalam kasih-Mu, tak terukur;
Dari diri-Nya nyata kasih-Mu, pun terwujud!
Kini di depan-Mu Dia memimpin,
Kami semua bersama memuji.
Ayat-ayat Alkitab terkait
-
Yohanes 3:16 — Kasih Allah dinyatakan dalam pemberian Putra-Nya.
-
Roma 5:8 — Allah menunjukkan kasih-Nya ketika Kristus mati bagi kita.
-
Ibrani 1:3 — Putra adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud-Nya.
-
Ibrani 2:12 — Kristus memimpin pujian di tengah jemaat.
Ilustrasi rohani
Kasih Bapa yang tak kelihatan menjadi nyata dan dapat dirasakan melalui Putra. Seperti cahaya matahari yang tampak melalui sinarnya, demikian kasih Allah terpancar dan memimpin kita masuk ke dalam pujian sejati.
Bait 3
Kidung
Dia memimpin pujian yang merdu, yang Kau gemar;
Hati-Mu pun mengasihi s'lalu, pengikut-Nya;
Sebelum dunia diciptakan,
Kau tetapkan, kamilah mitra-Nya.
Ayat-ayat Alkitab terkait
-
Efesus 1:4–5 — Dipilih di dalam Kristus sebelum dunia dijadikan.
-
Zefanya 3:17 — TUHAN bersukacita atas umat-Nya dengan sorak-sorai.
-
Roma 8:29 — Ditentukan untuk menjadi serupa dengan Putra-Nya.
-
1 Korintus 1:9 — Kita dipanggil ke dalam persekutuan dengan Anak-Nya.
Ilustrasi rohani
Seperti seorang ayah yang telah lama merencanakan masa depan anak-anaknya, demikian Allah sejak kekekalan telah menetapkan umat-Nya untuk bersama Putra—bukan sekadar penonton, tetapi mitra dalam rencana kasih-Nya.
🌿 RENUNGAN
Kidung ini menyingkapkan gerakan kasih Allah:
dari kekekalan → melalui Putra → kembali kepada Bapa.
Kita tidak hanya diampuni dan dipulangkan, tetapi dipimpin oleh Kristus sendiri untuk memuji Bapa, menikmati kasih-Nya, dan berdiri sebagai mitra dalam rencana kekal-Nya. Pujian bukan sekadar lagu, melainkan ekspresi hubungan anak-anak yang telah pulang dan tinggal di hadirat kasih.
🙏 DOA PENUTUP
Bapa yang penuh kasih,
kami bersyukur karena oleh Putra-Mu kami boleh pulang dan menghampiri-Mu.
Terima kasih atas kasih-Mu yang dalam dan kekal,
yang Kau nyatakan melalui Kristus dan Roh-Mu.
Pimpinlah kami terus dalam pujian yang berkenan kepada-Mu,
hingga hidup kami menjadi kesaksian kasih-Mu sampai selama-lamanya.
Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.