TEXT LINK

No. 731 : Injil - Seruan (Augustus M. Toplady; Yes. 26:4)

Links

Lirik
1. Batu kekal terbelah, pada-Mu-lah 'lindungku;
    Darah, air-Mu cucuran, 'tuk dwi ganda dosaku;
    Ganjaranku lunas s'mua, lenyap patah kuasa maut.

2. Walau rajin tanganku, tak penuhi tuntut-Mu;
    Sia-sia tekun gairahku, tiada guna tangisku;
    'Nebus dosa tak cukup, Dikau saja Penebus.

3. Dua tanganku hampa, naung salib-Mu b'laka;
    T'lanjang, b'rilah ku jubah; picik, b'rilah ku kurnia;
    Nista, b'riku ampunan; tanpa ini ku c'laka.

4. Bila tiba ajalku, tutup pejam mataku;
    Mulai alam bakaku, tampil depan takhta-Mu;
    Terbelah-Mu bagiku, jamin penuh amanku.



1 Korintus 10:1  Aku mau, supaya kamu mengetahui,
saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada
di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua
telah melintasi laut.


1Korintus 10:4 dan mereka semua minum minuman rohani
 yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani
yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.


Kidung ini — yang sering dikenal dengan judul “Batu Karang yang Teguh” (Rock of Ages, Cleft for Me) — adalah pengakuan iman yang sangat kuat akan ketidakmampuan manusia menyelamatkan diri sendiri, dan bahwa keselamatan hanya ada dalam karya penebusan Yesus di salib, yang mengalirkan darah dan air untuk menghapus dosa dan memberikan hidup kekal.

Berikut ayat-ayat Alkitab yang sesuai untuk setiap bait:


🪨 Bait 1 – Batu kekal terbelah, darah dan air membersihkan dosa

Yohanes 19:34 (TB)
"Tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air."

1 Yohanes 1:7 (TB)
"Darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa."

1 Korintus 10:4 (TB)
"... dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus."


🧎‍♂️ Bait 2 – Usaha dan kesalehan manusia tidak menyelamatkan

Efesus 2:8-9 (TB)
"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."

Yesaya 64:6 (TB)
"Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor..."


🙌 Bait 3 – Datang dengan tangan kosong, hanya mengandalkan kasih karunia

Yesaya 61:10 (TB)
"... Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran..."

Filipi 3:9 (TB)
"... dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus..."

Roma 3:24 (TB)
"Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus."


⚰️ Bait 4 – Harapan saat ajal tiba dan kekekalan dimulai

2 Korintus 5:8 (TB)
"Tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan."

Wahyu 7:17 (TB)
"Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan..."

Roma 8:38-39 (TB)
"... maut ataupun hidup... tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."


Ayat Tema Utama untuk Seluruh Kidung

Mazmur 18:2 (TB)
"Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku..."

Ibrani 10:14 (TB)
"Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan."


Renungan Singkat :

Yesus, Tempatmu dalam Hatiku”. Renungan ini  sebagai pengingat akan kerendahan hati Kristus dan panggilan pribadi untuk menerima-Nya.


Judul Renungan: “Yesus, Tempatmu dalam Hatiku”

📖 Ayat Inti:

Yohanes 1:11-12 (TB)
"Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya."


🧠 Isi Renungan

Dalam kemegahan surga, Yesus memiliki segalanya—takhta, kemuliaan, dan penyembahan malaikat. Namun, demi menyelamatkan manusia, Dia rela meninggalkan semua itu dan turun ke dunia sebagai bayi yang lemah. Ia tidak datang di istana, melainkan di kandang. Ia tidak disambut oleh para pembesar dunia, tetapi oleh para gembala yang hina.

Ironisnya, ketika dunia dipenuhi manusia yang membutuhkan-Nya, tidak ada satu pun tempat yang layak bagi-Nya. Betlehem tidak menyediakan rumah. Dunia-Nya sendiri tidak menerima Dia. Bahkan, sepanjang hidup-Nya, Anak Manusia tidak punya tempat untuk meletakkan kepala-Nya (Lukas 9:58).

Namun yang paling menyedihkan bukanlah bahwa Yesus tidak mendapat tempat di penginapan, melainkan banyak hati manusia juga menutup pintu bagi-Nya. Kidung ini adalah panggilan yang lembut namun dalam:

"Yesus, tinggallah dalamku! Dalamkulah tempat untuk-Mu!"

Apakah hati kita terbuka bagi-Nya? Ataukah terlalu penuh dengan kesibukan, kekhawatiran, atau dosa yang belum diserahkan?

Yesus tidak menuntut istana. Ia mencari hati yang mau menerima-Nya, meskipun sederhana, bahkan rusak dan berdosa. Ia datang bukan untuk yang sempurna, tetapi untuk menyelamatkan yang hilang.


💡 Ilustrasi Renungan: “Kamar yang Tidak Terpakai”

Bayangkan seorang raja kaya yang ingin mengunjungi sebuah desa terpencil. Ia mengirim utusan lebih dulu, mengabarkan bahwa ia ingin bermalam di rumah siapa pun yang bersedia menerimanya.

Warga desa panik. Mereka mulai menata rumah mereka seindah mungkin, mengecat ulang, membeli perabot baru. Tapi raja datang lebih awal dari dugaan. Satu demi satu rumah yang dikunjunginya menolak, karena merasa belum cukup siap. Mereka berkata:

"Maaf, rumah kami belum bersih."
"Maaf, tempat tidur kami belum diganti."
"Tunggu sebentar lagi."

Akhirnya, raja menemukan sebuah gubuk kecil di ujung desa. Pemiliknya adalah seorang duda tua yang miskin. Dengan rendah hati, ia berkata:

"Tuan, rumah saya jelek, tapi jika Tuan berkenan, silakan tinggal."

Raja masuk, dan sepanjang malam, ia tinggal di sana. Keesokan harinya, sang raja mengangkat pria itu menjadi pengurus istananya. Sementara rumah-rumah mewah lainnya hanya bisa menyesal.

Demikian juga Yesus. Ia tidak mencari yang sempurna. Ia mencari hati yang bersedia menerima-Nya sekarang juga.


🕯️ Penutup Renungan

Yesus sudah datang. Ia tidak memaksa masuk, tetapi berdiri di pintu dan mengetuk (Wahyu 3:20). Kidung ini adalah respons iman:

"Tinggallah dalam hatiku!"

Sudahkah kamu membuka hatimu hari ini?