TEXT LINK

No. 073 : Memuji Tuhan - Kerendahan-Nya (Thomas Kelly, 23 th)



Lirik:

1. Tuhan, t'rimalah pujian, meski lemah suaraku;
    Kurnia-Mu aku masyhurkan, Tuhan Juru-s'lamatku.

2. Mulia, kaya, Kau tinggalkan, umat-Mu t'rima berkat;
    Diri-Mu Kau biarkan papa, kami jadilah kaya.

3. Kau tak jemu akan surga, dunia pun Kau tak suka.
    Mengapa tinggalkan surga, datang dunia, sengsara?

4. Di surga, Kau mulia, hormat, di dunia Kau terhina!
    Kau tahu akan disesah, kar'na cinta Kau rela.

5. Jika ku ingat budi-Mu, girang bercampur malu;
    Girang, Dikau penuh cinta; malu, kar'na sikapku.

6. Moga harinya s'gra tiba, ku lepas dari aral;
    Masuk ke dalam mulia, 'layani Kau semata.

7. Kini di sini menunggu, gairah, penuh harapan;
    Tuhan, hidupku bagi-Mu, sampai saat berjumpa.

Link:

Category:Praise of the Lord

Kidung: Tuhan, Terimalah Pujian

Bait 1

Tuhan, t’rimalah pujian, meski lemah suaraku;
Kurnia-Mu aku masyhurkan, Tuhan Juru-s’lamatku.

📖 Ayat Alkitab (LAI)

  • Mazmur 96:1–2
    “Menyanyilah bagi TUHAN nyanyian baru… kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang dari pada-Nya.”

  • Ibrani 13:15
    “…marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah.”

🌿 Ilustrasi Rohani

Pujian seperti dupa sederhana—bukan kuatnya suara, melainkan ketulusan hati yang berkenan di hadapan Allah.

💭 Renungan

Tuhan tidak menilai kerasnya suara, melainkan hati yang bersyukur. Bahkan pujian yang lemah menjadi harum bila dipersembahkan dalam kasih.


Bait 2

Mulia, kaya, Kau tinggalkan, umat-Mu t’rima berkat;
Diri-Mu Kau biarkan papa, kami jadilah kaya.

📖 Ayat Alkitab (LAI)

  • 2 Korintus 8:9
    “Ia yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.”

  • Filipi 2:6–7
    “…Ia telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba…”

🌿 Ilustrasi Rohani

Seorang raja turun dari takhta dan hidup sebagai rakyat jelata demi menyelamatkan bangsanya.

💭 Renungan

Kekayaan rohani kita lahir dari kerelaan Kristus merendahkan diri. Kasih sejati selalu memberi dengan harga diri-Nya sendiri.


Bait 3

Kau tak jemu akan surga, dunia pun Kau tak suka.
Mengapa tinggalkan surga, datang dunia, sengsara?

📖 Ayat Alkitab (LAI)

  • Yohanes 6:38
    “Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi kehendak Dia yang telah mengutus Aku.”

  • Yohanes 3:16
    “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini…”

🌿 Ilustrasi Rohani

Bukan karena surga kurang mulia, melainkan karena kasih-Nya terlalu besar untuk membiarkan manusia binasa.

💭 Renungan

Kristus datang bukan karena kebutuhan-Nya, melainkan karena kebutuhan kita. Kasihlah yang membawa-Nya turun ke dunia.


Bait 4

Di surga, Kau mulia, hormat, di dunia Kau terhina!
Kau tahu akan disesah, kar’na cinta Kau rela.

📖 Ayat Alkitab (LAI)

  • Yesaya 53:3–5
    “Ia dihina dan dihindari orang… oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.”

  • Ibrani 12:2
    “…yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib…”

🌿 Ilustrasi Rohani

Cahaya yang paling terang justru tampak di tengah kegelapan paling pekat.

💭 Renungan

Kristus mengetahui penderitaan yang menanti-Nya, namun Ia tidak mundur. Kasih-Nya lebih kuat daripada rasa sakit.


Bait 5

Jika ku ingat budi-Mu, girang bercampur malu;
Girang, Dikau penuh cinta; malu, kar’na sikapku.

📖 Ayat Alkitab (LAI)

  • Roma 5:8
    “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”

  • Lukas 7:47
    “…barangsiapa sedikit diampuni, sedikit pula ia mengasihi.”

🌿 Ilustrasi Rohani

Air mata syukur bercampur pertobatan—itulah respons hati yang tersentuh oleh kasih salib.

💭 Renungan

Semakin kita menyadari kasih-Nya, semakin kita melihat kekurangan diri. Kasih sejati melahirkan kerendahan hati.


Bait 6

Moga harinya s’gra tiba, ku lepas dari aral;
Masuk ke dalam mulia, ’layani Kau semata.

📖 Ayat Alkitab (LAI)

  • Roma 8:18
    “Penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan…”

  • Wahyu 22:3
    “…hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya.”

🌿 Ilustrasi Rohani

Seperti pelayan yang setia menanti hari perjamuan raja, hati orang percaya menantikan kemuliaan kekal.

💭 Renungan

Harapan akan kemuliaan memberi kekuatan untuk setia hari ini. Kita hidup bukan untuk dunia, melainkan untuk Tuhan.


Bait 7

Kini di sini menunggu, gairah, penuh harapan;
Tuhan, hidupku bagi-Mu, sampai saat berjumpa.

📖 Ayat Alkitab (LAI)

  • Filipi 1:21
    “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”

  • 2 Timotius 4:7–8
    “…telah tersedia bagiku mahkota kebenaran…”

🌿 Ilustrasi Rohani

Pelita yang tetap menyala di malam hari—hidup yang dipersembahkan sambil menanti kedatangan Tuhan.

💭 Renungan

Menunggu Tuhan bukan pasif, melainkan hidup aktif dalam pengabdian, kasih, dan kesetiaan.


🌺 Renungan Penghubung Seluruh Kidung

Kidung ini membawa kita menelusuri kerendahan Kristus, kasih penebusan-Nya, dan respon hati orang percaya—dari pujian yang sederhana, rasa malu karena kasih-Nya, hingga pengharapan akan kemuliaan dan penyerahan hidup sepenuhnya bagi-Nya.


🙏 Doa Penutup

Tuhan Yesus,
Kami bersyukur atas kasih-Mu yang tak terukur.
Engkau meninggalkan kemuliaan
demi menyelamatkan kami yang hina.

Terimalah pujian kami,
hidup kami setia pada-Mu,
dan peliharalah hati kami
hingga hari kami berjumpa dengan-Mu
dan melayani-Mu dalam kemuliaan kekal.

Amin.