TEXT LINK

No. 119 : Memuji Tuhan - Kemuliaan-Nya



Lirik:
1. Mulia, mulia, kekal mulia, bagi Kristus ternobat!
    Mulia, mulia, kekal mulia, bagi Tuhan terangkat!
    Maha terhormat nama-Nya, surga, buana memuja;
    Mulia, mulia, kekal mulia, bagi Nama terhormat.

2. Bertakhta mulia di surga, Dia setara d'ngan Allah;
    Rela kena rupa hamba, tempuh d'rita manusia;
    Taat mutlak pada Bapa, wafat pun sukarela;
    Atas salib mati, hina, tak elak sedikit jua.

3. Mahkota surga nan mulia, bagi Dia yang merendah;
    Jubah surga mewah indah, kini dikenakan-Nya.
    Tekuk lutut semuanya, s'mua mulut akui-Nya;
    Tuhan s'mesta, Raja mulia, semua pujian bagi-Nya.

4. Mulia, mulia, kekal mulia, bagi Dia Sang Mustika;
    Di surga Dia mulia, di bumi mulia juga.
    Mulia bagilah Allah, bagi "Aku Adalah";
    Mulia, mulia, kekal mulia, bagi Dia s'lamanya.

Link:

Category:Praise of the Lord
Subcategory:His Glory
Lyrics:Anon.
Music:William Samuel Bambridge (1842-1923)
Time: 4/4
Key: C Major
Meter: 8.7.8.7.D.
Hymn Code:333455511656532
Music (MIDI)
Tune (MIDI)
Music (MP3)
Lead Sheet (Guitar)
Lead Sheet (Piano)
Piano Sheet Music

Judul Kidung:

“Mulia, Mulia, Kekal Mulia!”

Tema: Kristus yang merendah dalam inkarnasi dan salib, kini dimuliakan kekal sebagai Tuhan dan Raja semesta.


BAIT 1

*“Mulia, mulia, kekal mulia, bagi Kristus ternobat!

Mulia, mulia, kekal mulia, bagi Tuhan terangkat!
Maha terhormat nama-Nya, surga, buana memuja;
Mulia, mulia, kekal mulia, bagi Nama terhormat.”*

Ayat Alkitab (LAI)

Wahyu 5:12–13

“Anak Domba yang disembelih itu layak menerima… hormat, kemuliaan dan puji-pujian!”

Penjelasan Rohani

Seluruh alam semesta menyembah Kristus yang kini dinobatkan dan ditinggikan.
Kemuliaan-Nya bukan sementara, melainkan kekal.

👉 Pujian sejati tidak berpusat pada manusia, tetapi pada Nama Kristus yang dimuliakan.


BAIT 2

*“Bertakhta mulia di surga, Dia setara d’ngan Allah;

Rela kena rupa hamba, tempuh d’rita manusia;
Taat mutlak pada Bapa, wafat pun sukarela;
Atas salib mati, hina, tak elak sedikit jua.”*

Ayat Alkitab (LAI)

Filipi 2:6–8

“Yang walaupun dalam rupa Allah… telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba…”

Penjelasan Rohani

Kristus yang mulia rela merendah menjadi manusia dan mati di salib.
Ia tidak kehilangan kemuliaan-Nya, tetapi menyatakan kemuliaan melalui ketaatan dan kasih.

👉 Inilah inti Injil: kemuliaan sejati dinyatakan lewat kerendahan.


BAIT 3

*“Mahkota surga nan mulia, bagi Dia yang merendah;

Jubah surga mewah indah, kini dikenakan-Nya.
Tekuk lutut semuanya, s’mua mulut akui-Nya;
Tuhan s’mesta, Raja mulia, semua pujian bagi-Nya.”*

Ayat Alkitab (LAI)

Filipi 2:9–11

“Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan di atas bumi…”

Penjelasan Rohani

Kerendahan Kristus menghasilkan pemuliaan tertinggi.
Kini seluruh makhluk akan mengakui Dia sebagai Tuhan.

👉 Ini menegaskan bahwa:
Yesus bukan hanya Juruselamat pribadi, tetapi Tuhan semesta.


BAIT 4

*“Mulia, mulia, kekal mulia, bagi Dia Sang Mustika;

Di surga Dia mulia, di bumi mulia juga.
Mulia bagilah Allah, bagi ‘Aku Adalah’;
Mulia, mulia, kekal mulia, bagi Dia s’lamanya.”*

Ayat Alkitab (LAI)

Yohanes 8:58

“Sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”

Yesaya 42:8

“Akulah TUHAN… Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain.”

Penjelasan Rohani

Yesus adalah “Aku Adalah” — Allah yang kekal dan hadir di bumi.
Kemuliaan-Nya tidak terbatas oleh tempat atau waktu.

👉 Kristus adalah Allah sejati yang layak menerima kemuliaan kekal.


RINGKASAN MAKNA KIDUNG

Kidung ini menyingkapkan satu garis agung:

✨ Kristus yang kekal mulia
✨ Rela merendah menjadi manusia
✨ Taat sampai mati di salib
✨ Kini dimuliakan sebagai Tuhan semesta
✨ Disembah di surga dan bumi
✨ Dimuliakan kekal selama-lamanya

👉 Inilah pusat iman Kristen:
Yesus Kristus, Allah yang merendah dan dimuliakan.


DOA PENUTUP

Tuhan Yesus Kristus,
kami memuliakan Engkau,
yang setara dengan Allah,
namun rela menjadi hamba demi keselamatan kami.

Kami menyembah Engkau yang kini dimuliakan,
Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan.
Biarlah hidup kami memuliakan Nama-Mu,
di bumi seperti di surga.

Terimalah pujian kami,
sekarang dan sampai selama-lamanya.
Amin.