Lirik:
1. Sungguh indah pekerti-Mu,
elok, kudus, lemah lembut!
Dalam jalan yang Kau tempuh,
penuh kasih, ajaib sungguh.
2. Putra Insan, mahaterang,
siapa p'ri Kau jernih, terang?
Siapa p'ri Kau ramah sabar,
tempuh hidup penuh d'rita?
3. Dicerca tak balik maki,
disiksa tak sakit hati;
Sungguh m'rendah, sungguh
baik, lemah lembut, mulia bajik.
4. Agar tawanan terorak,
Kau rela tanggung hukuman,
Kasih-Mu ternyata jelas,
darah curah, rahmat datang.
5. Tuhan ajaib, ku berharap,
makin serupa dengan-Mu,
Teladani Kau yang m'rendah,
ikut jejak-Mu selalu.
Link:
Category:Praise of the Lord
Subcategory:His Life
Lyrics:Arthur Cleveland Coxe (1818-1896)
Music:Robert A. Schumann, arranged
Time: 4/4
Key: C Major
Meter: 8.8.8.8.
Hymn Code:13455671
Music (MIDI)
Tune (MIDI)
Music (MP3)
Lead Sheet (Guitar)
Lead Sheet (Piano)
Piano Sheet Music
Kidung: “Sungguh Indah Pekerti-Mu”
Bait 1
Syair
Sungguh indah pekerti-Mu,
elok, kudus, lemah lembut!
Dalam jalan yang Kau tempuh,
penuh kasih, ajaib sungguh.
Ayat Alkitab (LAI)
“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”
(Matius 11:29)
Ilustrasi Rohani Singkat
Seperti aliran sungai yang tenang namun memberi kehidupan, kelemahlembutan Kristus bukan kelemahan, melainkan kekuatan yang memulihkan.
Renungan Bait
Keindahan Kristus tidak terutama tampak dalam mukjizat, tetapi dalam karakter-Nya: kudus, lemah lembut, dan penuh kasih. Ia mengundang kita bukan hanya mengagumi-Nya, tetapi belajar dari hidup-Nya.
Bait 2
Syair
Putra Insan, mahaterang,
siapa p'ri Kau jernih, terang?
Siapa p'ri Kau ramah sabar,
tempuh hidup penuh d'rita?
Ayat Alkitab (LAI)
“Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.”
(Yohanes 1:9)
“Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.”
(Ibrani 4:15b)
Ilustrasi Rohani Singkat
Cahaya yang sejati tidak menghakimi kegelapan, tetapi menyingkapkan jalan keluar darinya.
Renungan Bait
Yesus adalah Terang dunia, namun Ia memilih berjalan di lorong penderitaan manusia. Kesabaran dan keramahan-Nya lahir dari kesediaan-Nya memikul hidup manusia sepenuhnya, tanpa dosa.
Bait 3
Syair
Dicerca tak balik maki,
disiksa tak sakit hati;
Sungguh m'rendah, sungguh baik,
lemah lembut, mulia bajik.
Ayat Alkitab (LAI)
“Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam.”
(1 Petrus 2:23)
Ilustrasi Rohani Singkat
Seperti anak domba yang diam di hadapan para pengguntingnya, Kristus menaklukkan kejahatan bukan dengan balas dendam, melainkan dengan kasih yang taat.
Renungan Bait
Kerendahan hati Kristus dinyatakan paling jelas saat Ia diperlakukan tidak adil. Diam-Nya bukan kekalahan, melainkan ketaatan yang memuliakan Bapa dan menyelamatkan manusia.
Bait 4
Syair
Agar tawanan terorak,
Kau rela tanggung hukuman,
Kasih-Mu ternyata jelas,
darah curah, rahmat datang.
Ayat Alkitab (LAI)
“Akan tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya.”
(Yesaya 53:5)
“Di dalam Dia kita memiliki penebusan oleh darah-Nya.”
(Efesus 1:7a)
Ilustrasi Rohani Singkat
Rantai besi hanya dapat dipatahkan oleh pengorbanan, bukan oleh kekuatan manusia.
Renungan Bait
Kasih Kristus mencapai puncaknya di salib. Darah yang tercurah bukan tanda kekalahan, melainkan harga pembebasan, agar tawanan dosa memperoleh kemerdekaan sejati.
Bait 5
Syair
Tuhan ajaib, ku berharap,
makin serupa dengan-Mu,
Teladani Kau yang m'rendah,
ikut jejak-Mu selalu.
Ayat Alkitab (LAI)
“Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”
(1 Yohanes 2:6)
“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”
(Filipi 2:5)
Ilustrasi Rohani Singkat
Seperti tanah liat di tangan penjunan, hidup orang percaya dibentuk agar mencerminkan rupa Sang Guru.
Renungan Bait
Keselamatan bukan hanya diampuni, tetapi diubahkan. Pengharapan orang percaya adalah semakin serupa Kristus—dalam kerendahan, ketaatan, dan kasih yang nyata.
Renungan Penghubung Seluruh Kidung
Kidung ini mengajak kita memandang Yesus bukan hanya sebagai Juruselamat yang mati di salib, tetapi sebagai teladan hidup yang lemah lembut, rendah hati, dan penuh kasih. Dari inkarnasi-Nya, penderitaan-Nya, hingga pengorbanan-Nya, Kristus menunjukkan jalan hidup Kerajaan Allah. Kita dipanggil bukan hanya memuji keindahan pekerti-Nya, tetapi menghidupinya dalam keseharian.
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang lemah lembut dan rendah hati,
terima kasih atas kasih-Mu yang nyata dalam hidup dan salib-Mu.
Bentuklah hati kami agar makin serupa dengan-Mu,
ajar kami berjalan dalam kerendahan, kesabaran, dan kasih.
Kiranya hidup kami memuliakan Engkau,
hingga kelak kami sempurna serupa dengan-Mu.
Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin.