TEXT LINK

No. 029 : Menyembah Bapa - Kasih-Nya (Horatius Bonar)



Lirik:
1. Dulu, hanya dosa, maut, saja kami punya;
    Kini, semua berkat bah'gia, dari Allah s'mata.

2. Cinta, mencari yang dosa, tarikku percaya;
    Sejahtera demi iman, hidup oleh Kristus.

3. Yang ku nikmati sekarang, dan harapan kelak;
    Semua tak layak ku dapat, kurnia-Mu belaka.

4. Limpah, kasih-Mu, ya Allah, siapa dapat balas?
    Melampaui segalanya, kudus, tak terpaham.

5. Ajarku ya Bapa, agar kenal lebih banyak;
    Kau Allah Sang Kasih: jiwa, hati, ku serahkan.

6. Bila ku kata di hati, ingin balas budi;
    Pertanda ku b'lum mengerti, kurnia-Mu tak terp'ri.

7. Tak tawar-menawar lagi, kasih-Mu tak hingga,
    Kau mend'rita kar'na kasih, betapa ku balas?

8. Tak b'rani ku kata lagi: ingin balas budi;
    Hati penuh syukur puji, menyembah abadi.

9. Allah Bapa, kami hutang, banyak tak terbilang;
    Sejahtera kar'na Putra, sembah syukur 'tiasa.

Link:

Category:Worship of the Father
Subcategory:His Love
Lyrics:Horatius Bonar (1808-1889)
Music:Isaac Smith (circa 1734-1805)
Time: 3/4
Key: C Major
Meter: 8.6.8.6.
Hymn Code:15117654332365545
Lead Sheet (Guitar)
Lead Sheet (Piano)

🌾 KIDUNG: DARI DOSA KEPADA KURNIA


Bait 1

“Dulu, hanya dosa, maut, saja kami punya;
Kini, semua berkat bahagia, dari Allah s’mata.”

📖 Roma 6:23
“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”

📖 Efesus 1:3
“Terpujilah Allah… yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.”


Bait 2

“Cinta, mencari yang dosa, tarikku percaya;
Sejahtera demi iman, hidup oleh Kristus.”

📖 Lukas 19:10
“Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

📖 Roma 5:1
“Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh Yesus Kristus.”

📖 Galatia 2:20
“Hidupku bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.”


Bait 3

“Yang ku nikmati sekarang, dan harapan kelak;
Semua tak layak ku dapat, kurnia-Mu belaka.”

📖 1 Korintus 4:7
“Apakah yang engkau miliki yang tidak engkau terima?”

📖 Titus 3:7
“Supaya kita… menjadi ahli waris sesuai dengan pengharapan hidup yang kekal.”


Bait 4

“Limpah, kasih-Mu, ya Allah, siapa dapat balas?
Melampaui segalanya, kudus, tak terpaham.”

📖 Roma 11:33
“O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah!”

📖 Mazmur 36:6
“Kasih setia-Mu, ya TUHAN, menjulang sampai ke langit.”


Bait 5

“Ajarku ya Bapa, agar kenal lebih banyak;
Kau Allah Sang Kasih: jiwa, hati, ku serahkan.”

📖 Efesus 3:18–19
“Agar kamu dapat memahami betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus.”

📖 Roma 12:1
“Persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah.”


Bait 6

“Bila ku kata di hati, ingin balas budi;
Pertanda ku b’lum mengerti, kurnia-Mu tak terp’ri.”

📖 Roma 11:35
“Siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?”

📖 Efesus 2:8–9
“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman… itu bukan hasil usahamu.”


Bait 7

“Tak tawar-menawar lagi, kasih-Mu tak hingga,
Kau mend’rita kar’na kasih, betapa ku balas?”

📖 Roma 5:8
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa.”

📖 Yesaya 53:5
“Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita.”


Bait 8

“Tak b’rani ku kata lagi: ingin balas budi;
Hati penuh syukur puji, menyembah abadi.”

📖 Mazmur 103:2
“Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!”

📖 Ibrani 12:28
“Marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya.”


Bait 9

“Allah Bapa, kami hutang, banyak tak terbilang;
Sejahtera kar’na Putra, sembah syukur ’tiasa.”

📖 Kolose 1:19–20
“Oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya… oleh darah salib Kristus.”

📖 Wahyu 5:9
“Engkau telah menebus mereka bagi Allah dengan darah-Mu.”


✨ RENUNGAN

Kidung ini menuntun hati kita dari:

  • kesadaran masa lalu (dosa dan maut),

  • menuju pengakuan masa kini (semua oleh kurnia),

  • dan berakhir pada sikap hidup kekal (syukur dan penyembahan).

Kasih karunia Allah:

  • tidak bisa dibayar,

  • tidak bisa ditawar,

  • tidak menuntut balasan.

Saat kita masih berpikir “membalas budi”,
kita belum sungguh mengerti kasih karunia.

Respon yang benar bukan membayar,
melainkan:

  • menyerahkan diri,

  • hidup oleh Kristus,

  • dan menyembah dengan hati penuh syukur.

📖 “Bagi Dia kemuliaan sampai selama-lamanya.” (Roma 11:36)


🙏 Doa Singkat
“Bapa, kami mengaku: semua yang kami nikmati adalah kurnia-Mu. Ajari kami hidup bukan untuk membalas, melainkan untuk memuliakan Engkau dengan syukur dan penyembahan sejati. Amin.”