TEXT LINK

No. 732 : Injil - Seruan (E.S Elliott)


  Lirik:

1. Surga, takhta, dan mahkota Kau tinggalkan,
    datang ke dunia tolongku.
    Tapi Betlehem tiada serumah pun
    sedia bagi hadir-Mu.

    Koor:
    Yesus, tinggallah dalamku!
    Dalamkulah tempat untuk-Mu!
    Oh, tinggallah dalam hatiku!
    Tinggallah dalam hatiku!

2. Malaikat dan tentara surga berseru,
    sembah, puji kebesaran-Mu;
    Di kota miskin dan hina terlahir-Mu,
    sepi, tiada yang mau tahu.

3. Di gua srigala temui tempatnya,
    burung pun punya sarang hangat;
    Namun 'numpang-Mu tidak berketentuan,
    di padang, lembah melarat.
    
4. Tuhan, datang-Mu bawa rahmat dan hidup,
    bebaslah sengsara umat-Mu;
    Mahkota duri menyiksai diri-Mu,
    atas saliblah wafat-Mu.

5. Surga riuh rendah, malaikat sorak nyaring,
    Kau mencapai menang, mulia!
    Saat itu panggilan-Mu ku dambakan,
    "Rumah-Ku ada tempatmu!"

Lukas 2:7
dan ia melahirkan seorang anak laki-laki,
anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan
lampin dan dibaringkannya di dalam palungan,
karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah
penginapan.


Yohanes10:10b
Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,
dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.


Kidung ini merupakan refleksi mendalam atas kerendahan hati Yesus—yang meninggalkan kemuliaan surga untuk datang sebagai manusia biasa, lahir dalam kesederhanaan, hidup tanpa tempat tetap, dan akhirnya wafat di salib demi menebus manusia. Lagu ini juga berisi seruan pribadi agar Yesus tinggal di dalam hati, serta pengharapan akan rumah kekal di surga.

Berikut ayat-ayat Alkitab yang cocok untuk setiap bait dan tema lagu ini:


🌌 Bait 1 – Yesus meninggalkan surga, tapi dunia tidak menyambut-Nya

Filipi 2:6-7 (TB)
"... yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia."

Lukas 2:7 (TB)
"Dan ia melahirkan seorang anak laki-laki... karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan."

Yohanes 1:11 (TB)
"Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya."


🙌 Refrein – Permohonan agar Yesus tinggal di dalam hati

Wahyu 3:20 (TB)
"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya..."

Efesus 3:17 (TB)
"... sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih."


👼 Bait 2 – Kemuliaan Yesus disembah di surga, tetapi di dunia diabaikan

Lukas 2:13-14 (TB)
"Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah..."

Yesaya 53:2-3 (TB)
"... Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan..."


🏕️ Bait 3 – Yesus hidup tanpa tempat tetap

Lukas 9:58 (TB)
"Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."


✝️ Bait 4 – Misi keselamatan: rahmat, penderitaan, dan salib

Yesaya 53:4-5 (TB)
"Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggung-Nya... Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita..."

Yohanes 10:10-11 (TB)
"... Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya."


👑 Bait 5 – Kemuliaan surgawi dan pengharapan akan rumah abadi

Yohanes 14:2-3 (TB)
"Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal... Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu."

Wahyu 5:12 (TB)
"... Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"


🕊️ Ayat Tema untuk Seluruh Kidung

2 Korintus 8:9 (TB)
"Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya."



Yesus, Tempatmu dalam Hatiku”. Renungan ini cocok untuk momen Natal, Adven, atau kapan pun sebagai pengingat akan kerendahan hati Kristus dan panggilan pribadi untuk menerima-Nya.


Judul Renungan: “Yesus, Tempatmu dalam Hatiku”

📖 Ayat Inti:

Yohanes 1:11-12 (TB)
"Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya."


🧠 Isi Renungan

Dalam kemegahan surga, Yesus memiliki segalanya—takhta, kemuliaan, dan penyembahan malaikat. Namun, demi menyelamatkan manusia, Dia rela meninggalkan semua itu dan turun ke dunia sebagai bayi yang lemah. Ia tidak datang di istana, melainkan di kandang. Ia tidak disambut oleh para pembesar dunia, tetapi oleh para gembala yang hina.

Ironisnya, ketika dunia dipenuhi manusia yang membutuhkan-Nya, tidak ada satu pun tempat yang layak bagi-Nya. Betlehem tidak menyediakan rumah. Dunia-Nya sendiri tidak menerima Dia. Bahkan, sepanjang hidup-Nya, Anak Manusia tidak punya tempat untuk meletakkan kepala-Nya (Lukas 9:58).

Namun yang paling menyedihkan bukanlah bahwa Yesus tidak mendapat tempat di penginapan, melainkan banyak hati manusia juga menutup pintu bagi-Nya. Kidung ini adalah panggilan yang lembut namun dalam:

"Yesus, tinggallah dalamku! Dalamkulah tempat untuk-Mu!"

Apakah hati kita terbuka bagi-Nya? Ataukah terlalu penuh dengan kesibukan, kekhawatiran, atau dosa yang belum diserahkan?

Yesus tidak menuntut istana. Ia mencari hati yang mau menerima-Nya, meskipun sederhana, bahkan rusak dan berdosa. Ia datang bukan untuk yang sempurna, tetapi untuk menyelamatkan yang hilang.


💡 Ilustrasi Renungan: “Kamar yang Tidak Terpakai”

Bayangkan seorang raja kaya yang ingin mengunjungi sebuah desa terpencil. Ia mengirim utusan lebih dulu, mengabarkan bahwa ia ingin bermalam di rumah siapa pun yang bersedia menerimanya.

Warga desa panik. Mereka mulai menata rumah mereka seindah mungkin, mengecat ulang, membeli perabot baru. Tapi raja datang lebih awal dari dugaan. Satu demi satu rumah yang dikunjunginya menolak, karena merasa belum cukup siap. Mereka berkata:

"Maaf, rumah kami belum bersih."
"Maaf, tempat tidur kami belum diganti."
"Tunggu sebentar lagi."

Akhirnya, raja menemukan sebuah gubuk kecil di ujung desa. Pemiliknya adalah seorang duda tua yang miskin. Dengan rendah hati, ia berkata:

"Tuan, rumah saya jelek, tapi jika Tuan berkenan, silakan tinggal."

Raja masuk, dan sepanjang malam, ia tinggal di sana. Keesokan harinya, sang raja mengangkat pria itu menjadi pengurus istananya. Sementara rumah-rumah mewah lainnya hanya bisa menyesal.

Demikian juga Yesus. Ia tidak mencari yang sempurna. Ia mencari hati yang bersedia menerima-Nya sekarang juga.


🕯️ Penutup Renungan

Yesus sudah datang. Ia tidak memaksa masuk, tetapi berdiri di pintu dan mengetuk (Wahyu 3:20). Kidung ini adalah respons iman:

"Tinggallah dalam hatiku!"

Sudahkah kamu membuka hatimu hari ini?