TEXT LINK

No. 344 : Konsekrasi - Patuh Kepada Tuhan (Adelaide A. Pollard)



Lirik:

1. Rancang-Mu Tuhan, terlaksana!
    Ku tanah liat, Kau Penjunan,
    Garap dan olah leluasa,
    Ku taat b'laka, serah mutlak.

2. Rancang-Mu Tuhan, terlaksana!
    Depan-Mu aku bertiarap,
    P'riksa dan uji, biar ku nyata,
    Kikis dan basuh, bebas noda.

3. Rancang-Mu Tuhan, terlaksana!
    Ego tertanggal, ku dambakan;
    Gempur dan kupas, hingga hampa,
    Gali dan tuang, tanpa sisa.

4. Rancang-Mu Tuhan, terlaksana!
    Ku mau taat dengan mutlak,
    Penuh Roh Kudus, salur hayat,
    Lewatku Kristus, hidup nyata.

Keterangan: 

Yesaya 64:8 "Tidak masalah apa yang akan Kau lakukan kepada kami Tuhan-
 Hanya kami mau memiliki jalanMu dalam hidup kami,"

Kalimat sederhana dari seorang saudari tua dalam sebuah persekutuan doa suatu malam, 
ini adalah sumber inspirasi bagi penulisan kidung persembahan diri yang populer ini, 
pada tahun 1902. Sejak saat itu, kidung ini telah sangat berpengaruh dalam membantu 
individu mengamati dan memberikan diri mereka kepada Kristus.

Penulis kidung ini, Adelaide A Pollard, mengalami masa "tekanan batin" pada masa itu. 
Dia gagal mengumpulkan dana untuk perjalanan misionarisnya ke Afrika. Pada waktu 
keputusasaan ini, dia mengikuti sebuah persekutuan doa pada suatu malam dan sangat 
terkesan dengan doa seorang saudari tua, yang tidak meminta berkat dan hal-hal lain, 
tetapi dengan sederhana meminta Tuhan untuk memamahami kehendakNya dalam hidup.

Ketika pulang, Miss Pollard mendalami kisah tukang tembikar dalam 
Yeremia 18:3-4 :
"Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, 
dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan.
Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, 
maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain 
menurut apa yang baik pada pemandangannya." 

Sebelum tidur, Adelaide Pollard menulis 4 bait kidung ini.

Link:

Category:Consecration
Subcategory:Yielding to the Lord
Lyrics:Adelaide Addison Pollard (1862-1934)
Music:George Coles Stebbins (1846-1945)
Time: 9/4
Key: Eb Major
Meter: 5.4.5.4.D.
Music (MIDI)
Tune (MIDI)
Music (MP3)
Lead Sheet (Guitar)
Lead Sheet (Piano)

Bahasa Lain:

Cebuano
詩歌(繁)
诗歌(简)
Tagalog

Source: http://www.hymnal.net/hymn.php/h/449#ixzz1wMSYlOaZ


“Rancang-Mu Tuhan, Terlaksana”


Bait 1

Syair
Rancang-Mu Tuhan, terlaksana!
Ku tanah liat, Kau Penjunan,
Garap dan olah leluasa,
Ku taat b'laka, serah mutlak.

Ayat Alkitab (LAI)

“Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku.”
(Yeremia 18:6b)

“Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.”
(Mazmur 37:5)

Ilustrasi Rohani Singkat
Tanah liat tidak menentukan bentuknya sendiri; keindahan lahir dari tangan penjunan.

Renungan Bait
Bait ini adalah pengakuan posisi: Allah adalah Penjunan, kita hanyalah tanah liat. Ketaatan sejati bukan sekadar setuju, melainkan menyerahkan hak untuk menentukan bentuk hidup kita. Di tangan-Nya, rencana-Nya pasti terlaksana.


Bait 2

Syair
Rancang-Mu Tuhan, terlaksana!
Depan-Mu aku bertiarap,
P'riksa dan uji, biar ku nyata,
Kikis dan basuh, bebas noda.

Ayat Alkitab (LAI)

“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku; ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku.”
(Mazmur 139:23)

“Ia seperti tukang emas yang memurnikan perak.”
(Maleakhi 3:3a)

Ilustrasi Rohani Singkat
Pemurnian bukan penghancuran, melainkan pembersihan agar nilai sejati tampak.

Renungan Bait
Tuhan tidak hanya membentuk, tetapi juga memeriksa dan memurnikan. Proses pengikisan dan pencucian sering terasa menyakitkan, namun justru itulah jalan menuju kebebasan dari noda batin dan kepalsuan rohani.


Bait 3

Syair
Rancang-Mu Tuhan, terlaksana!
Ego tertanggal, ku dambakan;
Gempur dan kupas, hingga hampa,
Gali dan tuang, tanpa sisa.

Ayat Alkitab (LAI)

“Aku telah disalibkan dengan Kristus.”
(Galatia 2:19b)

“Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.”
(Yohanes 3:30)

Ilustrasi Rohani Singkat
Bejana harus dikosongkan sebelum dapat diisi penuh.

Renungan Bait
Pengosongan diri adalah inti dari pembentukan rohani. Tuhan mengupas ego bukan untuk mempermalukan, melainkan agar tidak ada lagi ruang yang menghalangi kepenuhan-Nya. Kehampaan diri membuka jalan bagi limpahan ilahi.


Bait 4

Syair
Rancang-Mu Tuhan, terlaksana!
Ku mau taat dengan mutlak,
Penuh Roh Kudus, salur hayat,
Lewatku Kristus, hidup nyata.

Ayat Alkitab (LAI)

“Hendaklah kamu penuh dengan Roh.”
(Efesus 5:18b)

“Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.”
(Galatia 2:20a)

Ilustrasi Rohani Singkat
Pipa tidak menghasilkan air, tetapi harus bersih agar air mengalir tanpa halangan.

Renungan Bait
Tujuan akhir pembentukan bukan sekadar karakter yang baik, melainkan Kristus yang hidup dan dinyatakan melalui kita. Ketaatan mutlak membuka jalan bagi Roh Kudus untuk menyalurkan hayat ilahi kepada orang lain.


Renungan Penghubung Seluruh Kidung

Kidung ini menggambarkan proses pembentukan rohani yang utuh:
dari penyerahan diri, menuju pemurnian, berlanjut ke pengosongan ego, dan berakhir pada kepenuhan Roh serta ekspresi Kristus.
Rancang Tuhan bukan hanya untuk memperbaiki kita, tetapi untuk menghasilkan bejana yang memancarkan Kristus sebagai hayat.


Doa Penutup

O Tuhan Yesus, Penjunan hidup kami,
kami menyerahkan diri sepenuhnya ke dalam tangan-Mu.
Bentuklah, periksalah, kosongkanlah kami dari diri sendiri,
dan penuhilah kami dengan Roh-Mu.
Biarlah bukan kami yang hidup,
melainkan Kristus yang nyata melalui kami,
demi kemuliaan-Mu.
Amin.