TEXT LINK

No. 288 : Damba - Bersekutu dengan Tuhan (Henry F. Lyte; Luk. 24)



Lirik:

1. Tinggal sertaku, senja sg'ra lalu,
    Malam kian larut, Tuhan sertaku;
    Hibur sirna, bantuan tiada,
    Tuhan, Sang Bantuan besertaku.

2. Hidup pintas, sekejap berlalu,
    Mewah dunia layu p'ri rumput.
    Isi dunia lapuk membusuk,
    Kau, tak ubah, mohon Kau sertaku.

3. Tiada murka, Raja di raja,
    Murah hati pun b'ri kesembuhan.
    Duka Dia hapus, dengar doaku,
    Teman orang dosa, besertaku.

4. Setiap waktu perlu hadir-Mu,
    Datang kurnia-Mu, setan sg'ra kabur.
    Hanya Engkau yang papah tunjangku,
    Cerah, mendung, Tuhan besertaku.

5. Kau b'ri berkat, ku tak takut musuh,
    Derita, sakit, air mata hapus.
    Apakah racun, maut, dan kubur?
    Ku kalahkan, asal Kau sertaku.

6. Menjelang ajal, mohon serta-Mu,
    Menyorot terang, pandang wajah-Mu.
    Fajar sg'ra tiba, bayang maut pupus,
    Betapa pun mohon Kau sertaku.

Link:


Category:Longings
Subcategory:For Fellowship with Christ
Lyrics:Henry Francis Lyte (1793-1847)
Music:William Henry Monk (1823-1889)
Time: 4/4
Key: E Major
Meter: 10.10.10.10.
Hymn Code:3321565543
Music (MIDI)
Tune (MIDI)
Music (MP3)
Lead Sheet (Guitar)
Lead Sheet (Piano)


Mazmur 23:4
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,
aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;
gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.


Sejarah:     
Dikatakan bahwa hanya orang yang dapat menghadapi kematian secara realistis,
yang dapat hidup dengan tujuan dan kepercayaan diri. Ini adalah kepercayaan
seorang pendeta Inggris, Henry F Lyte, ketika dia menulis kidung ini pada tahun 1847,
tidak lama sebelum dia berpulang.
       
Henry F. Lyte lahir di Skotlandia tahun 1793. Dia adalah anggota Church of England.
Selama hidupnya, tubuhnya lemah tapi rohnya sangat kuat. Dia menderita asma dan TBC.
Meskipun sakit, dia adalah pelayan Tuhan yang tidak kenal lelah dan memiliki reputasi
sebagai penulis puisi, musisi dan pendeta.
       
Selama 23 tahun terakhir kehidupannya, dia melayani di sebuah gereja kecil diantara
para nelayan di Lower Brixham, Devonshire, Inggris. Kesehatannya semakin memburuk dan 
harus mencari iklim yang lebih hangat di Italia. Dia meninggal dalam perjalanannya ke Italia, 
tepatnya di Nice, Perancis dan dikubur di sebuah pekuburan Inggris disana pada 20 November 1847.
     
Lyte menulis kidung ini sebelum minggu terakhirnya di Lower Brixham Church. Puisi ini dibuat
berdasarkan penyertaan Yesus dengan 2 murid yang sedang berjalan menuju Emaus, dan kalimat
dalam Lukas 24:29 "Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka"

William H Monk membuat musik untuk kidung ini dalam waktu kurang dari 1 jam. 
Dia terinspirasi oleh keindahan dan kemegahan matahari terbenam saat dia sendiri sedang mengalami 
penderitaan yang dalam.

Bahasa Lain:
Source: http://www.hymnal.net/hymn.php/h/370#ixzz1wXZaEClq

No comments:

Post a Comment