1. 'Pabila jalanku 'nuju sengsara,
Bila 'ni takdir-Mu, mau ku mend'rita.
Ku mohon pada-Mu hubungan akrab,
Tiap saat bers'kutu, lebihlah mesra.
2. Susut senang dunia, tambahkan "surga",
Biar hatiku luka - roh tetap muja.
Mesra, manis dunia, oleh-Mu lepas,
Agar Kau denganku erat kian mesra.
3. Meski jalan sunyi, Kau serta s'lalu;
Senyum-Mu tarikku, depan t'rus maju.
Lepas dari diri, oleh kurnia-Mu;
Jadi wadah suci, salur hayat-Mu.
Kidung: “’Pabila Jalanku ’Nuju Sengsara”
(dikaitkan dengan kesaksian dan spiritualitas Margareth Emma Barber)
🕊️ Bait 1
“’Pabila jalanku ’nuju sengsara,
Bila ’ni takdir-Mu, mau ku mend’rita.
Ku mohon pada-Mu hubungan akrab,
Tiap saat bers’kutu, lebihlah mesra.”
Ayat Alkitab Terkait (LAI)
-
1 Petrus 4:19
“Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya kepada Pencipta yang setia dan terus berbuat baik.” -
Mazmur 73:28
“Tetapi aku, dekat kepada Allah adalah baik bagiku; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH.” -
Yakobus 4:8a
“Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu.”
Ilustrasi Rohani
Seperti ranting yang dipangkas, rasa sakit bukan tanda penolakan, melainkan cara Sang Penggarap membawa kehidupan yang lebih dalam. Pemangkasan membuka jalan bagi persekutuan yang lebih intim.
🕊️ Bait 2
“Susut senang dunia, tambahkan ‘surga’,
Biar hatiku luka – roh tetap muja.
Mesra, manis dunia, oleh-Mu lepas,
Agar Kau denganku erat kian mesra.”
Ayat Alkitab Terkait (LAI)
-
2 Korintus 4:16–17
“Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya.” -
Kolose 3:2–3
“Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” -
Mazmur 84:11b
“Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.”
Ilustrasi Rohani
Seperti ember yang bocor dikosongkan agar dapat diisi air segar, Tuhan mengurangi kelekatan dunia supaya roh kita dipenuhi rasa surga.
🕊️ Bait 3
“Meski jalan sunyi, Kau serta s’lalu;
Senyum-Mu tarikku, depan t’rus maju.
Lepas dari diri, oleh kurnia-Mu;
Jadi wadah suci, salur hayat-Mu.”
Ayat Alkitab Terkait (LAI)
-
Yesaya 41:10
“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau.” -
Galatia 2:20
“Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” -
2 Timotius 2:21
“Jika seseorang menyucikan dirinya… ia akan menjadi perabot untuk maksud yang mulia.”
Ilustrasi Rohani
Bejana tanah liat harus kosong dari dirinya sendiri supaya dapat menjadi saluran air hidup. Kekosongan diri membuka ruang bagi Kristus mengalir.
🌿 Renungan Utuh (Menghubungkan Semua Bait)
Kidung ini tidak meminta dilepaskan dari penderitaan, melainkan ditarik lebih dekat kepada Tuhan di dalam penderitaan. Inilah inti kerohanian Margareth Emma Barber:
bukan pekerjaan besar, bukan pelayanan menonjol, tetapi keintiman mutlak dengan Kristus melalui salib.
-
Bait 1: Menyerahkan penderitaan sebagai kehendak Allah dan memilih persekutuan.
-
Bait 2: Melepaskan kenikmatan dunia demi rasa surga.
-
Bait 3: Dikosongkan dari diri sendiri agar Kristus mengalir.
Margareth E. Barber hidup dalam kesunyian, penyakit, dan keterbatasan, namun justru dari sana lahir nyanyian kedekatan terdalam dengan Kristus. Ia percaya bahwa:
“Tuhan mencari bejana, bukan panggung.”
Kidung ini mengajar kita bahwa jalan sunyi sering adalah jalan paling intim.
🙏 Doa Penutup
**Ya Tuhan,
Bila jalan kami menyempit dan sunyi,
tariklah kami lebih dekat kepada-Mu.
Kurangi dunia di hati kami,
tambahkan rasa surga dalam roh kami.
Kosongkan kami dari diri sendiri,
jadikan kami wadah suci
agar hayat-Mu mengalir bebas.Kami memilih keintiman,
bukan kenyamanan;
persekutuan, bukan pujian manusia.Amin.**