TEXT LINK

No. 121 : Memuji Tuhan - Kemuliaan-Nya (Thomas Kelly)



Lirik:
1. Tengok, betapa mulia, d'rita Putra t'lah lewat!
    Raih menang dari perang, duduk takhta mulia!
    Nobat Dia, nobat Dia, Raja segala raja.

2. Manusia pernah olok Dia, tajuk duri Dia kena;
    Kini dinobat mulia, malak, saleh menyembah;
    Nobat Dia, nobat Dia, Sang Kesayangan Allah.

3. Nobatkan Sang Penyelamat, kau piala perang-Nya!
    Bergolaklah cakrawala, hatimu Dia bertakhta;
    Nobat Dia, nobat Dia, Penyanyang orang dosa.

4. Dengarlah sorak gempita, suara kemenangan!
    Yesus naik paling atas, suasana menggelora!
    Nobat Dia, nobat Dia, Mahatinggilah Dia!

(Thomas Kelly, 1809; Why. 11:15)

Link:


Wahyu 11:15
"Lalu malaikat yang ketujuh meniup sangkakalanya,
dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga,
katanya: "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita
dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah
sebagai raja sampai selama-lamanya."


Judul Kidung:

“Nobatkan Dia, Raja Segala Raja”

Tema: Kristus yang menderita, menang, dan kini dimahkotai sebagai Raja segala raja.


BAIT 1

*“Tengok, betapa mulia, d'rita Putra t'lah lewat!

Raih menang dari perang, duduk takhta mulia!
Nobat Dia, nobat Dia, Raja segala raja.”*

Ayat Alkitab (LAI)

Ibrani 12:2

“Yang oleh karena sukacita yang disediakan bagi Dia, telah memikul salib…”

Wahyu 19:16

“Ia memakai suatu nama tertulis: Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.”

Penjelasan Rohani

Penderitaan Kristus bukan kekalahan, melainkan jalan menuju kemenangan dan takhta.
Ia menang melalui salib dan kini memerintah sebagai Raja.

👉 Salib bukan akhir cerita, tetapi jalan menuju kemuliaan.


BAIT 2

*“Manusia pernah olok Dia, tajuk duri Dia kena;

Kini dinobat mulia, malak, saleh menyembah;
Nobat Dia, nobat Dia, Sang Kesayangan Allah.”*

Ayat Alkitab (LAI)

Matius 27:29

“Mereka menganyam mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya…”

Wahyu 5:11–12

“Anak Domba itu layak menerima kuasa dan kekayaan…”

Penjelasan Rohani

Yang dahulu dihina, kini disembah oleh malaikat dan orang kudus.
Yesus adalah Anak Kesayangan Allah yang kini dimuliakan.

👉 Dunia merendahkan Dia, tetapi surga meninggikan Dia.


BAIT 3

*“Nobatkan Sang Penyelamat, kau piala perang-Nya!

Bergolaklah cakrawala, hatimu Dia bertakhta;
Nobat Dia, nobat Dia, Penyanyang orang dosa.”*

Ayat Alkitab (LAI)

Yesaya 53:11

“Hamba-Ku itu… akan membenarkan banyak orang.”

Kolose 1:13

“Ia telah memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya…”

Penjelasan Rohani

Kristus dimahkotai bukan hanya di surga, tetapi juga di hati umat-Nya.
Ia Raja atas kerajaan, dan Raja dalam hati orang berdosa yang diselamatkan.

👉 Penobatan sejati terjadi ketika Kristus bertakhta dalam hati kita.


BAIT 4

*“Dengarlah sorak gempita, suara kemenangan!

Yesus naik paling atas, suasana menggelora!
Nobat Dia, nobat Dia, Mahatinggilah Dia!”*

Ayat Alkitab (LAI)

Efesus 1:20–21

“Duduk di sebelah kanan-Nya… jauh lebih tinggi dari segala pemerintah…”

Penjelasan Rohani

Kenaikan Kristus adalah deklarasi surgawi bahwa Yesus adalah yang Mahatinggi.
Segala alam semesta bersorak atas kemenangan-Nya.

👉 Kristus bukan sekadar diselamatkan dari kematian,
tetapi diangkat menjadi Penguasa semesta.


RINGKASAN MAKNA KIDUNG

Kidung ini mengajarkan satu jalur rohani yang agung:

✨ Dari hina → dimuliakan
✨ Dari salib → takhta
✨ Dari duri → mahkota
✨ Dari olok → penyembahan
✨ Dari kematian → pemerintahan

👉 Ini adalah Injil dalam bentuk nyanyian:
Kristus menang, dan kini layak dinobatkan sebagai Raja segala raja.

👉 Kristus: Dari Duri ke Mahkota, dari Salib ke Takhta, dari Hina ke Mulia.


DOA PENUTUP

Tuhan Yesus Kristus,
Engkau yang dahulu dihina, kini kami nobatkan sebagai Raja.
Kami mengakui Engkau Raja segala raja,
Penguasa atas hidup kami dan atas seluruh ciptaan.

Bertakhtalah dalam hati kami,
pimpin hidup kami dalam kemenangan-Mu.
Terimalah sembah dan pujian kami,
Sampai selama-lamanya.

Dalam nama Yesus,
Amin.