Lirik:
1. Tuhan Yesus, aku girang, lewat sudah sengsara-Mu,
Kau menggantikanku; Menang jaya garapan-Mu,
Kini nikmati hasilnya, Kau dijunjung mulia.
2. Dulu duri di kepala, kini mahkota mulia,
Duduk takhta Bapa. Tuhan, bagi-Mu s'mua pujian,
Khidmat kami sujud sembah, hanya Kau yang layak.
3. Di sana Kau-lah Kepala; tunggu s'mua anggota Tubuh,
Terima s'gala-Mu - Mulia serta takhta-Mu,
Kuasa dan k'rajaan-Mu; Kau dan aku satu.
4. Dikau senang, kami juga, Dikau menang, kami gita,
Kau dan kami esa. Di sini susah dan lelah,
Namun girang saat kenang, Kau empunya takhta!
Link:
Category:Praise of the Lord
Subcategory:His Exaltation
Lyrics:James George Deck (1807-1884)
Music:Lowell Mason (1792-1872)
Time: 6/4
Key: Eb Major
Meter: 8.8.6.8.8.6.
Hymn Code:1333234536665432
Music (MIDI)
Tune (MIDI)
Music (MP3)
Lead Sheet (Guitar)
Lead Sheet (Piano)
Piano Sheet Music
Judul Kidung:
“Kau Empunya Takhta!”
Tema: Kristus yang menderita bagi kita, kini dimuliakan; dan kita bersatu dalam kemenangan-Nya.
BAIT 1
*“Tuhan Yesus, aku girang, lewat sudah sengsara-Mu,
Kau menggantikanku; Menang jaya garapan-Mu,
Kini nikmati hasilnya, Kau dijunjung mulia.”*
Ayat Alkitab (LAI)
Yesaya 53:5
“Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita… oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.”
Ibrani 2:9
“Supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.”
Penjelasan Rohani
Kristus menderita sebagai Pengganti kita.
Sengsara-Nya bukan sia-sia, melainkan menghasilkan kemenangan.
Kini kita tidak lagi memikul hukuman, sebab Dia telah menggantikan kita sepenuhnya.
👉 Keselamatan kita berdiri di atas karya Kristus, bukan usaha manusia.
BAIT 2
*“Dulu duri di kepala, kini mahkota mulia,
Duduk takhta Bapa. Tuhan, bagi-Mu s'mua pujian,
Khidmat kami sujud sembah, hanya Kau yang layak.”*
Ayat Alkitab (LAI)
Matius 27:29
“Mereka menganyam sebuah mahkota duri…”
Wahyu 19:12
“Dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota…”
Penjelasan Rohani
Kristus yang dahulu dihina, kini dimuliakan.
Mahkota duri diganti mahkota kemuliaan.
Inilah prinsip Allah: penderitaan mendahului kemuliaan.
👉 Karena itu, hanya Dia yang layak menerima segala sembah.
BAIT 3
*“Di sana Kau-lah Kepala; tunggu s'mua anggota Tubuh,
Terima s'gala-Mu – Mulia serta takhta-Mu,
Kuasa dan k'rajaan-Mu; Kau dan aku satu.”*
Ayat Alkitab (LAI)
Kolose 1:18
“Ia adalah kepala tubuh, yaitu jemaat…”
Efesus 1:22–23
“…sebagai Kepala dari segala yang ada bagi jemaat, yang adalah tubuh-Nya.”
Penjelasan Rohani
Kristus tidak hanya naik seorang diri.
Ia naik sebagai Kepala, menunggu seluruh Tubuh-Nya menyusul.
Kita tidak terpisah dari Dia — kita satu dengan Dia.
👉 Kemuliaan Kristus adalah jaminan kemuliaan gereja.
BAIT 4
*“Dikau senang, kami juga, Dikau menang, kami gita,
Kau dan kami esa. Di sini susah dan lelah,
Namun girang saat kenang, Kau empunya takhta!”*
Ayat Alkitab (LAI)
Roma 8:17
“Jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.”
2 Timotius 2:12
“Jika kita bertekun, kita pun akan memerintah bersama-sama dengan Dia.”
Penjelasan Rohani
Kesatuan kita dengan Kristus bukan hanya dalam penderitaan,
tetapi juga dalam kemenangan dan pemerintahan-Nya.
Meski hari ini ada lelah dan beban,
takhta Kristus menjadi sumber pengharapan kita.
👉 Hidup Kristen bukan hanya memikul salib, tetapi juga menantikan mahkota.
RINGKASAN MAKNA KIDUNG
Kidung ini mengajarkan satu garis rohani yang utuh:
✨ Kristus menderita sebagai pengganti kita
✨ Kristus kini dimuliakan di takhta Bapa
✨ Kristus adalah Kepala, gereja adalah Tubuh
✨ Kristus dan kita adalah satu dalam hidup, penderitaan, dan kemuliaan
✨ Maka, takhta-Nya adalah pengharapan kita
👉 Inilah iman Kristen yang sejati:
Dari salib menuju takhta, dari penggantian menuju penyatuan.
DOA PENUTUP
Tuhan Yesus,
kami bersyukur atas kasih-Mu yang rela menggantikan kami di kayu salib.
Engkau menanggung sengsara agar kami menerima hidup dan kemenangan.
Ajari kami hidup sebagai anggota Tubuh-Mu,
bersatu dengan Engkau dalam penderitaan dan dalam kemuliaan.
Di tengah lelah dan pergumulan dunia ini,
ingatkan kami selalu bahwa Engkau empunya takhta
dan kami akan memerintah bersama-Mu.
Kami sujud menyembah Engkau,
Raja yang pernah menderita dan kini dimuliakan.
Dalam nama-Mu yang mulia,
Tuhan Yesus Kristus. Amin.