Lirik:
1. Tuhan, tatkala teringat, jalan-Mu di dunia;
Curah kasih t'radap semua, setia t'radap Allah.
2. Meski kasih-Mu ditolak, tapi tetap saja;
Darah dan air t'lah tercurah, cuci semua nista.
3. Meski susah, Engkau tetap amalkan kebaikan;
Meski jalan penuh d'rita, Engkau tak berkesah.
4. Semua khianat, Kau setia, semua g'lap,
Kau terang; Hati Bapa Kau indahkan, tak pernah menyanggah.
5. Muslihat Iblis tak mempan, sengsara tak daya;
Sebatang kara di dunia, tegap hingga wafat.
6. Kau merendah, aku heran, ku ingin 'kan s'rupa;
Sikap-Mu s'lalu ku taulad, kar'na p'nuh sentosa.
Link:
Subcategory:His Life
Lyrics:James George Deck (1807-1884)
Music:From Little Flock Tune Book
Time: 3/4
Key: Bb Major
Meter: 8.6.8.6.
Hymn Code:54351527543
Music (MIDI)
Tune (MIDI)
Music (MP3)
Lead Sheet (Guitar)
Lead Sheet (Piano)
KIDUNG
“Tuhan, Tatkala Teringat Jalan-Mu”
Bait 1
Syair
Tuhan, tatkala teringat, jalan-Mu di dunia;
Curah kasih t'radap semua, setia t'radap Allah.
Ayat Alkitab (LAI)
“Makananku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku.”
(Yohanes 4:34a)
Ilustrasi Rohani Singkat
Jalan ketaatan selalu mengalir dari kasih kepada Allah.
Renungan Bait
Yesus berjalan di dunia dengan satu tujuan: menyenangkan Bapa. Kasih-Nya kepada manusia tidak pernah memisahkan-Nya dari ketaatan kepada Allah.
Bait 2
Syair
Meski kasih-Mu ditolak, tapi tetap saja;
Darah dan air t'lah tercurah, cuci semua nista.
Ayat Alkitab (LAI)
“Seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak dan segera mengalir keluar darah dan air.”
(Yohanes 19:34)
Ilustrasi Rohani Singkat
Dari penolakan manusia lahir pemurnian ilahi.
Renungan Bait
Penolakan tidak menghentikan kasih Kristus. Darah dan air-Nya menjadi sumber penebusan dan pembersihan bagi manusia berdosa.
Bait 3
Syair
Meski susah, Engkau tetap amalkan kebaikan;
Meski jalan penuh d'rita, Engkau tak berkesah.
Ayat Alkitab (LAI)
“Ia berkeliling sambil berbuat baik.”
(Kisah Para Rasul 10:38b)
Ilustrasi Rohani Singkat
Kebaikan sejati tidak bergantung pada keadaan.
Renungan Bait
Penderitaan tidak menghentikan pelayanan Kristus. Ia terus menabur kebaikan, bahkan ketika harus menuai derita.
Bait 4
Syair
Semua khianat, Kau setia, semua g'lap, Kau terang;
Hati Bapa Kau indahkan, tak pernah menyanggah.
Ayat Alkitab (LAI)
“Ia setia kepada Dia yang telah mengangkat-Nya.”
(Ibrani 3:2a)
“Akulah terang dunia.”
(Yohanes 8:12a)
Ilustrasi Rohani Singkat
Kesetiaan adalah terang yang tak bisa dipadamkan kegelapan.
Renungan Bait
Di tengah pengkhianatan manusia, Yesus tetap setia. Hidup-Nya menjadi terang yang menyukakan hati Bapa.
Bait 5
Syair
Muslihat Iblis tak mempan, sengsara tak daya;
Sebatang kara di dunia, tegap hingga wafat.
Ayat Alkitab (LAI)
“Ia telah menderita pencobaan dan Ia dapat menolong mereka yang dicobai.”
(Ibrani 2:18)
Ilustrasi Rohani Singkat
Kemenangan sejati diraih melalui keteguhan sampai akhir.
Renungan Bait
Yesus berdiri teguh menghadapi Iblis dan penderitaan. Kesendirian-Nya justru menyatakan kemenangan iman yang sempurna.
Bait 6
Syair
Kau merendah, aku heran, ku ingin 'kan s'rupa;
Sikap-Mu s'lalu ku taulad, kar'na p'nuh sentosa.
Ayat Alkitab (LAI)
“Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati.”
(Filipi 2:8)
Ilustrasi Rohani Singkat
Kerendahan Kristus adalah jalan menuju damai sejati.
Renungan Bait
Melihat kerendahan Kristus membangkitkan kerinduan untuk serupa dengan-Nya. Meneladani sikap-Nya membawa ketenteraman batin dan keselarasan dengan kehendak Allah.
Renungan Penghubung Seluruh Kidung
Kedua kidung ini menyatu dalam satu kesaksian: hidup Kristus adalah jalan kasih, ketaatan, dan kerendahan. Ia setia kepada Allah, setia kepada manusia, dan setia sampai mati. Dengan memandang jalan-Nya, kita dipanggil bukan hanya mengagumi-Nya, tetapi mengikuti jejak-Nya.
Doa Penutup
Tuhan Yesus, kami bersyukur atas hidup-Mu yang indah dan sempurna.
Ajari kami mengasihi seperti Engkau mengasihi,
taat seperti Engkau taat,
dan merendah seperti Engkau merendah.
Bentuk hidup kami menjadi persembahan yang harum bagi Allah,
hingga kami serupa dengan-Mu.
Dalam nama-Mu yang mulia kami berdoa. Amin.