Lirik:
1. Waktu Engkau di dunia, sungguh elok, bajik,
Insani-Mu luar biasa, 'ngundang apresiasi.
2. Dalam sengsara tertampak kasih-Mu nan sabar,
Tak peduli ajal 'nimpa, kasih-Mu tak tara.
3. Luka hati, 'nanggung beban, derita berlipat,
Namun Kau tetap membungkam, sungut tak Kau ucap.
4. Musuh benci, sirik, maki, murid-Mu khianat,
Kau malah berlapang dada, p'nuh kasih, ampunan.
5. Tuhan, hidup-Mu di bumi, p'ri kurban sajian,
Lembut, harum, 'purna, s'rasi, Allah, insan, suka.
Link:
Category:Praise of the Lord
Lyrics:Edward Denny (1796-1889)
Music:Samuel Arnold (1740-1802)
Time: 3/4
Key: D Major
Meter: 8.6.8.6.
Hymn Code:55354243432
Music (MIDI)
Tune (MIDI)
Music (MP3)
Lead Sheet (Guitar)
Lead Sheet (Piano)
Piano Sheet Music
KIDUNG
“Waktu Engkau di Dunia”
Bait 1
Syair
Waktu Engkau di dunia, sungguh elok, bajik,
Insani-Mu luar biasa, 'ngundang apresiasi.
Ayat Alkitab (LAI)
“Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.”
(1 Petrus 2:22)
Ilustrasi Rohani Singkat
Seperti permata yang murni, keindahan Kristus tampak bukan dari kilau luar, tetapi dari kemurnian hakikat-Nya.
Renungan Bait
Yesus hidup sebagai manusia sejati, namun tanpa cacat. Keindahan hidup-Nya membangkitkan kekaguman bukan karena kehebatan lahiriah, melainkan karena kemurnian dan kebajikan ilahi yang terpancar dalam kemanusiaan-Nya.
Bait 2
Syair
Dalam sengsara tertampak kasih-Mu nan sabar,
Tak peduli ajal 'nimpa, kasih-Mu tak tara.
Ayat Alkitab (LAI)
“Kasih-Nya sabar; kasih-Nya murah hati.”
(1 Korintus 13:4a)
“Sebab Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita.”
(1 Petrus 3:18a)
Ilustrasi Rohani Singkat
Api penderitaan justru menyingkapkan kemurnian emas.
Renungan Bait
Kasih Kristus tidak surut oleh penderitaan atau ancaman maut. Justru di dalam sengsara, kesabaran-Nya bersinar paling terang, menunjukkan kasih yang tak terikat oleh keadaan.
Bait 3
Syair
Luka hati, 'nanggung beban, derita berlipat,
Namun Kau tetap membungkam, sungut tak Kau ucap.
Ayat Alkitab (LAI)
“Ia dianiaya, tetapi Ia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulut-Nya.”
(Yesaya 53:7a)
Ilustrasi Rohani Singkat
Diam yang taat lebih kuat daripada seribu pembelaan diri.
Renungan Bait
Yesus memilih diam, bukan karena lemah, melainkan karena taat. Dalam kebungkaman-Nya, Ia menyerahkan keadilan sepenuhnya kepada Allah.
Bait 4
Syair
Musuh benci, sirik, maki, murid-Mu khianat,
Kau malah berlapang dada, p'nuh kasih, ampunan.
Ayat Alkitab (LAI)
“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
(Lukas 23:34)
Ilustrasi Rohani Singkat
Kasih sejati tidak menunggu pertobatan lebih dulu, tetapi melahirkannya.
Renungan Bait
Pengampunan Kristus melampaui batas kewajaran manusia. Di tengah pengkhianatan dan kebencian, Ia membuka dada-Nya, memperlihatkan hati Allah yang penuh belas kasihan.
Bait 5
Syair
Tuhan, hidup-Mu di bumi, p'ri kurban sajian,
Lembut, harum, 'purna, s'rasi, Allah, insan, suka.
Ayat Alkitab (LAI)
“Kristus telah menyerahkan diri-Nya bagi kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.”
(Efesus 5:2b)
Ilustrasi Rohani Singkat
Korban yang harum adalah hidup yang sepenuhnya dipersembahkan.
Renungan Bait
Seluruh hidup Yesus adalah persembahan bagi Allah. Ia menjadi korban yang sempurna, menyenangkan Allah dan menyelamatkan manusia.
Renungan Penghubung
Kidung ini menyingkap keindahan hidup Kristus di dunia—keindahan yang lahir dari kasih, kesabaran, kerendahan, dan ketaatan. Yesus tidak hanya mati bagi kita, tetapi hidup bagi Allah, menjadi teladan kurban sajian yang harum dan sempurna.