1. Tiada nama kian mesra, di langit 'tau di buana!
Dia datang tinggalkan mulia, jadi Juru-selamat.
Koor: Kami junjung Anak Allah, memuji Kristus Yesus;
Karena tiada lain abjad, indah, merdu, p'ri Yesus.
2. Sewaktu Dia disalibkan, nama-Nya pun sertalah;
Agar s'mua menikmati-Nya, kar'nanya ku cinta Dia.
3. Tatkala Ia naik takhta, nama ini dib'rikan,
S'mua berlutut dan bergita, alam s'mesta bersorak!
4. Demi nama yang tak terp'ri, kurnia takkan berkurang;
Hari-hari Kau tak ubah, tetap hingga s'lamanya!
Kidung: Tiada Nama Kian Mesra
Bait 1
Tiada nama kian mesra, di langit ’tau di buana!
Dia datang tinggalkan mulia, jadi Juru-selamat.
📖 Ayat Alkitab (LAI)
-
Kisah Para Rasul 4:12
“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia; sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” -
Yohanes 1:14
“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya…” -
2 Korintus 8:9
“Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.”
🌿 Ilustrasi Rohani
Seperti seorang raja yang turun dari takhta untuk menyelamatkan rakyatnya, Yesus meninggalkan kemuliaan demi mendekatkan Allah kepada manusia.
💭 Renungan
Nama Yesus menjadi mesra karena di dalam nama itu terkandung kerendahan hati Allah. Ia tidak jauh di surga, tetapi datang mendekat sebagai Juruselamat.
Koor
Kami junjung Anak Allah, memuji Kristus Yesus;
Karena tiada lain abjad, indah, merdu, p’ri Yesus.
📖 Ayat Alkitab (LAI)
-
Filipi 2:9–10
“Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi.”
🌿 Ilustrasi Rohani
Seperti lagu yang selalu kembali ke nada dasar, pujian gereja selalu kembali kepada nama Yesus.
💭 Renungan
Segala pujian mencapai puncaknya ketika diarahkan kepada Kristus. Nama-Nya adalah pusat sukacita dan sembahan umat Allah.
Bait 2
Sewaktu Dia disalibkan, nama-Nya pun sertalah;
Agar s’mua menikmati-Nya, kar’nanya ku cinta Dia.
📖 Ayat Alkitab (LAI)
-
Yohanes 19:19
“Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di kayu salib itu, bunyinya: ‘Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.’” -
Ibrani 12:2
“… yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia…” -
Roma 5:8
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
🌿 Ilustrasi Rohani
Seperti nama yang tertulis di batu nisan, nama Yesus terukir di salib—namun justru di sana kasih-Nya paling terang.
💭 Renungan
Di salib, nama Yesus bukan dipermalukan, melainkan dimuliakan. Dari penderitaan-Nya, semua orang dapat menikmati keselamatan dan kasih Allah.
Bait 3
Tatkala Ia naik takhta, nama ini dib’rikan,
S’mua berlutut dan bergita, alam s’mesta bersorak!
📖 Ayat Alkitab (LAI)
-
Ibrani 1:3–4
“… sesudah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
dan Ia jauh lebih tinggi dari malaikat-malaikat…” -
Wahyu 5:12–13
“Anak Domba itu layak menerima kuasa dan kekayaan dan hikmat dan kekuatan dan hormat dan kemuliaan dan puji-pujian!”
🌿 Ilustrasi Rohani
Seperti kemenangan besar yang dirayakan seluruh kerajaan, kenaikan Kristus disambut sorak seluruh ciptaan.
💭 Renungan
Nama yang dulu terpaku di salib kini ditinggikan di takhta. Kristus yang menderita kini memerintah, dan seluruh alam mengakui Dia.
Bait 4
Demi nama yang tak terp’ri, kurnia takkan berkurang;
Hari-hari Kau tak ubah, tetap hingga s’lamanya!
📖 Ayat Alkitab (LAI)
-
Ibrani 13:8
“Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” -
Ratapan 3:22–23
“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya;
selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” -
Roma 10:12
“… sebab Tuhan yang sama adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.”
🌿 Ilustrasi Rohani
Seperti matahari yang terbit setiap pagi tanpa gagal, kurnia Kristus tetap setia dan tidak berkurang.
💭 Renungan
Nama Yesus bukan hanya indah di masa lalu atau mulia di masa depan, tetapi setia menopang kehidupan kita setiap hari.
🌺 Renungan Penghubung Seluruh Kidung
Kidung ini menelusuri perjalanan satu Nama:
dari kemuliaan surga → ke salib → ke takhta → hingga kekekalan.
Yesus adalah Allah yang mendekat, Juruselamat yang menderita, Raja yang ditinggikan, dan Tuhan yang tidak berubah. Karena itu, nama-Nya menjadi paling mesra bagi umat tebusan.
🙏 Doa Penutup
Ya Tuhan Yesus,
kami bersyukur atas nama-Mu yang indah dan mulia.
Nama yang membawa kami kepada keselamatan,
yang menghibur di dalam penderitaan,
dan yang memberi pengharapan kekal.
Ajarlah kami hidup bersandar pada nama-Mu,
meninggikan-Mu dalam setiap hari,
hingga kami kelak bersama seluruh ciptaan
bersorak dan menyembah-Mu untuk selama-lamanya.
Amin.