1. Abba Bapa, kami datang, dengan khidmat kami sembah;
Kurban lainnya tak Kau ingin, kami bawa roh dan hati.
2. Bapa s'lamanya Kau ada, dari kekal hingga kekal;
Takhta-Mu teguh di surga, mulia, kudus, kua-sa, mutlak.
3. Dulu kami tiada harap, kar'na dosa kami gentar;
Hanya ta'u keadilan-Mu, b'lum kenal hati kasih-Mu.
4. Demi Putra-Mu yang tunggal, Kau mewahyukan diri-Mu;
orang dosa b'lum terte-bus, di atas takhta Kau tak puas.
5. Putra tunggal Kau tinggalkan, untuk dapat orang dosa;
a-tas salib Dia mend'rita, biar hampir-Mu kami dapat.
6. Putra terkasih-Mu mati, para putra kami jadi;
Du-lu Dikau menakutkan, kini Bapa yang terkasih.
7. Kasih-Mu dalam, ya, Bapa, tak terbalaskan anak-Mu;
ka-mi hanya syukur s'lama, puji dan sujud pada-Mu.
Kidung: “Abba Bapa, kami datang”
Bait 1
Kidung
Abba Bapa, kami datang, dengan khidmat kami sembah;
Kurban lainnya tak Kau ingin, kami bawa roh dan hati.
Ayat Terkait
-
Yohanes 4:23–24
“Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian, yang menyembah Dia dalam roh dan kebenaran.”
-
Mazmur 51:19
“Korban yang berkenan kepada Allah ialah roh yang hancur.”
-
Ibrani 13:15
“Marilah kita… mempersembahkan korban syukur.”
➡️ Allah tidak menginginkan ritual lahiriah, melainkan penyembahan dari roh dan hati.
Bait 2
Kidung
Bapa s'lamanya Kau ada, dari kekal hingga kekal;
Takhta-Mu teguh di surga, mulia, kudus, kua-sa, mutlak.
Ayat Terkait
-
Mazmur 90:2
“Dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.”
-
Yesaya 6:1–3
“Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam.”
-
Wahyu 4:2–3
“Sebuah takhta berdiri di surga…”
➡️ Allah adalah kekal, kudus, dan berdaulat mutlak, bersemayam di atas takhta-Nya.
Bait 3
Kidung
Dulu kami tiada harap, kar'na dosa kami gentar;
Hanya ta'u keadilan-Mu, b'lum kenal hati kasih-Mu.
Ayat Terkait
-
Roma 3:19–20
“Supaya seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.”
-
Ibrani 10:27
“Yang tinggal hanyalah hukuman yang mengerikan…”
-
Roma 1:18
“Murka Allah nyata terhadap segala kefasikan.”
➡️ Tanpa Kristus, manusia hanya mengenal keadilan Allah yang menakutkan, bukan hati kasih-Nya.
Bait 4
Kidung
Demi Putra-Mu yang tunggal, Kau mewahyukan diri-Mu;
orang dosa b'lum tertebus, di atas takhta Kau tak puas.
Ayat Terkait
-
Yohanes 1:18
“Anak Tunggal Allah… Dialah yang menyatakan-Nya.”
-
Roma 5:8
“Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”
-
Yesaya 53:11
“Ia akan melihat keturunan-Nya… dan menjadi puas.”
➡️ Allah tidak puas hanya dengan keadilan;
kasih-Nya menuntut penebusan manusia.
Bait 5
Kidung
Putra tunggal Kau tinggalkan, untuk dapat orang dosa;
a-tas salib Dia mend'rita, biar hampir-Mu kami dapat.
Ayat Terkait
-
Yohanes 3:16
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini…”
-
Ibrani 10:19–20
“Kita sekarang mempunyai keberanian masuk ke dalam tempat kudus oleh darah Yesus.”
-
Efesus 2:13
“Sekarang di dalam Kristus Yesus kamu… sudah menjadi dekat.”
➡️ Salib membuka jalan masuk ke hadirat Bapa.
Bait 6
Kidung
Putra terkasih-Mu mati, para putra kami jadi;
Du-lu Dikau menakutkan, kini Bapa yang terkasih.
Ayat Terkait
-
1 Yohanes 3:1
“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita.”
-
Galatia 4:6
“Roh Anak-Nya berseru: Abba, ya Bapa!”
-
Ibrani 2:11
“Ia tidak malu menyebut mereka saudara.”
➡️ Kematian Putra Tunggal menghasilkan banyak putra yang mengenal Allah sebagai Abba.
Bait 7
Kidung
Kasih-Mu dalam, ya, Bapa, tak terbalaskan anak-Mu;
ka-mi hanya syukur s'lama, puji dan sujud pada-Mu.
Ayat Terkait
-
Roma 11:33–36
“O, alangkah dalamnya kekayaan… Allah!”
-
Mazmur 116:12
“Apakah yang akan kubalas kepada TUHAN…?”
-
Wahyu 5:13
“Bagi Dia… puji-pujian dan hormat…”
➡️ Respons anak-anak Allah hanyalah syukur, pujian, dan penyembahan kekal.
🎨 ILUSTRASI ROHANI
Bayangkan seorang anak kecil yang:
-
dulu hanya mengenal hakim yang tegas,
-
kini berlari ke pelukan Bapa yang mengasihi.
Takhta yang dulu menakutkan,
kini menjadi takhta kasih karunia.
📖 Ibrani 4:16
“Marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia.”
✨ RENUNGAN
Kidung ini menyingkapkan perubahan hubungan terbesar dalam Alkitab:
-
Dari takut akan keadilan,
-
menjadi keintiman dengan Bapa.
Perubahan ini bukan karena manusia berubah,
melainkan karena Putra Tunggal mati.
Kini:
-
Allah bukan hanya Mahakudus,
-
tetapi Abba;
-
takhta-Nya bukan hanya penghakiman,
-
tetapi kasih karunia.
📖 Roma 8:15
“Kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah.”
Karena itu, kita datang:
-
bukan membawa kurban lain,
-
melainkan roh dan hati,
-
bersujud sebagai anak di hadapan Bapa.