TEXT LINK

No. 039 : Menyembah Bapa - Penebusan-Nya



1. Abba Bapa, kami datang, dengan khidmat kami sembah;
    Kurban lainnya tak Kau ingin, kami bawa roh dan hati.

2. Bapa s'lamanya Kau ada, dari kekal hingga kekal;
    Takhta-Mu teguh di surga, mulia, kudus, kua-sa, mutlak.

3. Dulu kami tiada harap, kar'na dosa kami gentar;
    Hanya ta'u keadilan-Mu, b'lum kenal hati kasih-Mu.

4. Demi Putra-Mu yang tunggal, Kau mewahyukan diri-Mu;
    orang dosa b'lum terte-bus, di atas takhta Kau tak puas.

5. Putra tunggal Kau tinggalkan, untuk dapat orang dosa;
    a-tas salib Dia mend'rita, biar hampir-Mu kami dapat.

6. Putra terkasih-Mu mati, para putra kami jadi;
    Du-lu Dikau menakutkan, kini Bapa yang terkasih.

7. Kasih-Mu dalam, ya, Bapa, tak terbalaskan anak-Mu;
    ka-mi hanya syukur s'lama, puji dan sujud pada-Mu.

Kidung: “Abba Bapa, kami datang”


Bait 1

Kidung

Abba Bapa, kami datang, dengan khidmat kami sembah;
Kurban lainnya tak Kau ingin, kami bawa roh dan hati.

Ayat Terkait

  • Yohanes 4:23–24

    “Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian, yang menyembah Dia dalam roh dan kebenaran.”

  • Mazmur 51:19

    “Korban yang berkenan kepada Allah ialah roh yang hancur.”

  • Ibrani 13:15

    “Marilah kita… mempersembahkan korban syukur.”

➡️ Allah tidak menginginkan ritual lahiriah, melainkan penyembahan dari roh dan hati.


Bait 2

Kidung

Bapa s'lamanya Kau ada, dari kekal hingga kekal;
Takhta-Mu teguh di surga, mulia, kudus, kua-sa, mutlak.

Ayat Terkait

  • Mazmur 90:2

    “Dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.”

  • Yesaya 6:1–3

    “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam.”

  • Wahyu 4:2–3

    “Sebuah takhta berdiri di surga…”

➡️ Allah adalah kekal, kudus, dan berdaulat mutlak, bersemayam di atas takhta-Nya.


Bait 3

Kidung

Dulu kami tiada harap, kar'na dosa kami gentar;
Hanya ta'u keadilan-Mu, b'lum kenal hati kasih-Mu.

Ayat Terkait

  • Roma 3:19–20

    “Supaya seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.”

  • Ibrani 10:27

    “Yang tinggal hanyalah hukuman yang mengerikan…”

  • Roma 1:18

    “Murka Allah nyata terhadap segala kefasikan.”

➡️ Tanpa Kristus, manusia hanya mengenal keadilan Allah yang menakutkan, bukan hati kasih-Nya.


Bait 4

Kidung

Demi Putra-Mu yang tunggal, Kau mewahyukan diri-Mu;
orang dosa b'lum tertebus, di atas takhta Kau tak puas.

Ayat Terkait

  • Yohanes 1:18

    “Anak Tunggal Allah… Dialah yang menyatakan-Nya.”

  • Roma 5:8

    “Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”

  • Yesaya 53:11

    “Ia akan melihat keturunan-Nya… dan menjadi puas.”

➡️ Allah tidak puas hanya dengan keadilan;
kasih-Nya menuntut penebusan manusia.


Bait 5

Kidung

Putra tunggal Kau tinggalkan, untuk dapat orang dosa;
a-tas salib Dia mend'rita, biar hampir-Mu kami dapat.

Ayat Terkait

  • Yohanes 3:16

    “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini…”

  • Ibrani 10:19–20

    “Kita sekarang mempunyai keberanian masuk ke dalam tempat kudus oleh darah Yesus.”

  • Efesus 2:13

    “Sekarang di dalam Kristus Yesus kamu… sudah menjadi dekat.”

➡️ Salib membuka jalan masuk ke hadirat Bapa.


Bait 6

Kidung

Putra terkasih-Mu mati, para putra kami jadi;
Du-lu Dikau menakutkan, kini Bapa yang terkasih.

Ayat Terkait

  • 1 Yohanes 3:1

    “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita.”

  • Galatia 4:6

    “Roh Anak-Nya berseru: Abba, ya Bapa!”

  • Ibrani 2:11

    “Ia tidak malu menyebut mereka saudara.”

➡️ Kematian Putra Tunggal menghasilkan banyak putra yang mengenal Allah sebagai Abba.


Bait 7

Kidung

Kasih-Mu dalam, ya, Bapa, tak terbalaskan anak-Mu;
ka-mi hanya syukur s'lama, puji dan sujud pada-Mu.

Ayat Terkait

  • Roma 11:33–36

    “O, alangkah dalamnya kekayaan… Allah!”

  • Mazmur 116:12

    “Apakah yang akan kubalas kepada TUHAN…?”

  • Wahyu 5:13

    “Bagi Dia… puji-pujian dan hormat…”

➡️ Respons anak-anak Allah hanyalah syukur, pujian, dan penyembahan kekal.


🎨 ILUSTRASI ROHANI

Bayangkan seorang anak kecil yang:

  • dulu hanya mengenal hakim yang tegas,

  • kini berlari ke pelukan Bapa yang mengasihi.

Takhta yang dulu menakutkan,
kini menjadi takhta kasih karunia.

📖 Ibrani 4:16

“Marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia.”


✨ RENUNGAN

Kidung ini menyingkapkan perubahan hubungan terbesar dalam Alkitab:

  • Dari takut akan keadilan,

  • menjadi keintiman dengan Bapa.

Perubahan ini bukan karena manusia berubah,
melainkan karena Putra Tunggal mati.

Kini:

  • Allah bukan hanya Mahakudus,

  • tetapi Abba;

  • takhta-Nya bukan hanya penghakiman,

  • tetapi kasih karunia.

📖 Roma 8:15

“Kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah.”

Karena itu, kita datang:

  • bukan membawa kurban lain,

  • melainkan roh dan hati,

  • bersujud sebagai anak di hadapan Bapa.