Lirik:
Para anak-Mu berhimpun, nikmat berkat janji-Mu.
Darah-Nya t'lah membersihkan, oleh-Nya kurnia nimpa;
Roh-Mu pun mengajar kami, menyebut Dikau "Abba".
2. Dulu kami sesat, hilang, terlunta dan merana;
Kurnia lampaui dosaku, tolongku lepas c'laka.
Kau berikan jubah kurnia, pula pesta bersama;
Kami senang, Dikau girang, kurnia-Mu tak terbatas.
3. Dengan kasih Kau menyambut, 'nyatakan ampun Kau b'ri;
Lembu tambun t'lah tersemb'lih, kita tak pisah lagi.
Kami dengar suara kasih : "Kita patut s'nang hati,
Anak mati telah bangkit, yang hilang telah balik."
4. Abba, Bapa, kami puji, kasih-Mu sangat ajaib!
Tent'ra surga, kar'na kami, ikut juga kagumi.
Kelak, mengitari takhta, tetap kami ulangi;
Kasih Abba tak terperi, nama Abba termanis.
Link:
Category:Worship of the Father
Subcategory:His Redemption
Lyrics:James George Deck (1807-1884)
Music:Franz Joseph Haydn (1732-1809)
Time: 4/4
Key: Eb Major
Meter: 8.7.8.7.D.
Hymn Code:12324327165432315
Music (MIDI)
Tune (MIDI)
Music (MP3)
Lead Sheet (Guitar)
Lead Sheet (Piano)
🎶 KIDUNG: ABBA, BAPA — KURNIA YANG MEMULIHKAN ANAK
Bait 1
“Abba, Bapa, kar'na Tuhan, kami datang depan-Mu;
Para anak-Mu berhimpun, nikmat berkat janji-Mu.
Darah-Nya t'lah membersihkan, oleh-Nya kurnia nimpa;
Roh-Mu pun mengajar kami, menyebut Dikau ‘Abba’.”
📖 Roma 8:15
“Kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: Abba, ya Bapa!”
📖 Ibrani 10:19–22
“Kita mempunyai keberanian untuk masuk ke dalam tempat kudus oleh darah Yesus.”
📖 Galatia 4:6
“Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: Abba, ya Bapa!”
Bait 2
“Dulu kami sesat, hilang, terlunta dan merana;
Kurnia lampaui dosaku, tolongku lepas c’laka.
Kau berikan jubah kurnia, pula pesta bersama;
Kami senang, Dikau girang, kurnia-Mu tak terbatas.”
📖 Lukas 15:20–22
“Bapanya melihat dia, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan… ‘Cepatlah bawakan jubah yang terbaik!’”
📖 Roma 5:20
“Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah.”
📖 Yesaya 61:10
“Ia telah mengenakan kepadaku pakaian keselamatan dan jubah kebenaran.”
Bait 3
“Dengan kasih Kau menyambut, 'nyatakan ampun Kau b'ri;
Lembu tambun t'lah tersemb'lih, kita tak pisah lagi.
Kami dengar suara kasih: ‘Kita patut s'nang hati,
Anak mati telah bangkit, yang hilang telah balik.’”
📖 Lukas 15:23–24
“Kita harus bersukacita, sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali.”
📖 Efesus 1:7
“Di dalam Dia kita memiliki penebusan oleh darah-Nya, yaitu pengampunan dosa.”
📖 Yohanes 6:37
“Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.”
Bait 4
“Abba, Bapa, kami puji, kasih-Mu sangat ajaib!
Tent’ra surga, kar’na kami, ikut juga kagumi.
Klak, mengitari takhta, tetap kami ulangi;
Kasih Abba tak terperi, nama Abba termanis.”
📖 Lukas 15:10
“Ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”
📖 Wahyu 5:11–12
“Aku mendengar suara banyak malaikat… ‘Anak Domba itu layak!’”
📖 Wahyu 21:3
“Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia… Ia akan menjadi Allah mereka.”
🎨 ILUSTRASI ROHANI
Bayangkan anak yang pulang dengan pakaian compang-camping.
Ia tidak membawa janji, tidak membawa prestasi,
hanya membawa langkah pulang.
Namun yang ia temui bukan teguran,
melainkan:
-
pelukan Bapa
-
jubah terbaik
-
meja perjamuan
-
sukacita surga
Itulah kurnia Abba:
bukan sekadar mengampuni,
melainkan memulihkan keputraan.
✨ RENUNGAN
Kidung ini menyingkapkan inti Injil keputraan:
-
Kita datang bukan sebagai tamu, tetapi anak
→ darah Kristus membuka jalan,
Roh Kudus memberi suara “Abba”. -
Kurnia bukan hanya menghapus dosa, tapi mengubah status
→ dari hilang menjadi ditemukan,
dari mati menjadi hidup. -
Sukacita Bapa lebih besar dari rasa bersalah anak
→ pesta diadakan bukan karena anak layak,
tetapi karena Bapa mengasihi. -
Pujian kita bergema sampai surga
→ malaikat ikut bersukacita,
dan kelak kita mengulanginya di sekitar takhta.
📖 “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah.”
(1 Yohanes 3:1)
🙏 Doa Singkat
“Abba, Bapa, terima kasih karena kasih-Mu tidak pernah berhenti memanggil kami pulang. Ajari kami hidup sebagai anak-anak-Mu, bersukacita dalam kurnia, dan memuliakan nama-Mu sampai selama-lamanya. Amin.”