TEXT LINK

No. 035 : Menyembah Bapa - Penebusan-Nya (Dr. W. Mackay)



Lirik:

1. Allah ku puji, Kau utus Putra-Mu,
    mati, bangkit, naik surga, jadi Imam-ku.

    Koor : Mulia, mulia bagi Allah! Haleluya amin!
    Mulia, mulia bagi Allah! Syukur kurnia-Mu!

2. Allah ku puji, Kau beri Roh Terang,
    Yang mewahyukan: Yesus Juruselamat.

3. Mu-lia dan puji, bagi Allah P'rahmat,
    Demi tebusan Putra, aku selamat.

4. Puji dan syukur, kasih-Mu nan besar,
    Membarakan hatiku, sembahkan pu-jian.


Keterangan:

Habakuk 3:2  "TUHAN, telah kudengar kabar tentang Engkau, 

dan pekerjaan-Mu, ya TUHAN, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam 
lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun; 
dalam murka ingatlah akan kasih sayang!"


Link:

Category:Worship of the Father
Subcategory:His Redemption
Lyrics:William Paton MacKay (1839-1885)
Music:John Jenkins Husband (1760-1825)
Time: 3/4
Key: F Major
Meter: Peculiar Meter.
Hymn Code:51111123333
Music (MIDI)
Tune (MIDI)
Music (MP3)
Lead Sheet (Guitar)
Lead Sheet (Piano)
Piano Sheet Music

🌿 KIDUNG: PUJIAN BAGI ALLAH ATAS PUTRA DAN ROH


Bait 1

“Allah ku puji, Kau utus Putra-Mu,
mati, bangkit, naik surga, jadi Imam-ku.”

📖 Yohanes 3:17
“Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.”

📖 1 Korintus 15:3–4
“Kristus telah mati karena dosa-dosa kita… Ia telah dibangkitkan pada hari yang ketiga.”

📖 Ibrani 4:14
“Kita mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah.”

📖 Ibrani 7:25
“Ia sanggup menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah, sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.”


Koor

“Mulia, mulia bagi Allah! Haleluya amin!
Mulia, mulia bagi Allah! Syukur kurnia-Mu!”

📖 Wahyu 19:1
“Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita.”

📖 Mazmur 103:1–2
“Pujilah TUHAN, hai jiwaku… dan janganlah melupakan segala kebaikan-Nya.”


Bait 2

“Allah ku puji, Kau beri Roh Terang,
Yang mewahyukan: Yesus Juruselamat.”

📖 Yohanes 16:13–14
“Roh Kebenaran itu akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran… Ia akan memuliakan Aku.”

📖 1 Korintus 12:3
“Tidak seorang pun dapat mengaku: ‘Yesus adalah Tuhan’, selain oleh Roh Kudus.”

📖 2 Korintus 4:6
“Allah… telah bercahaya di dalam hati kita, supaya terang pengetahuan tentang kemuliaan Allah nampak pada wajah Kristus.”


Bait 3

“Mulia dan puji, bagi Allah P’rahmat,
Demi tebusan Putra, aku selamat.”

📖 Efesus 2:8
“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman.”

📖 Roma 3:24
“Dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”

📖 Titus 3:5
“Pada waktu itu Ia telah menyelamatkan kita… karena rahmat-Nya.”


Bait 4

“Puji dan syukur, kasih-Mu nan besar,
Membarakan hatiku, sembahkan pujian.”

📖 Roma 5:5
“Kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus.”

📖 Mazmur 40:4
“Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku, puji-pujian bagi Allah kita.”

📖 Lukas 24:32
“Bukankah hati kita berkobar-kobar ketika Ia berbicara dengan kita?”


🎨 ILUSTRASI ROHANI

Bayangkan sebuah altar yang menyala:

  • Putra adalah korban yang sempurna,

  • Roh Kudus adalah api yang menyalakan hati,

  • dan Allah Bapa adalah tujuan segala pujian.

Korban telah dipersembahkan,
api telah menyala,
maka pujian pun naik dengan sendirinya.


✨ RENUNGAN

Kidung ini menunjukkan alur penyelamatan Allah Tritunggal:

  1. Bapa mengutus Putra
    → mati, bangkit, naik, dan menjadi Imam Besar.

  2. Putra menyelesaikan penebusan
    → keselamatan tidak lagi diusahakan,
    tetapi diterima.

  3. Roh Kudus menerangi hati
    → membuka mata untuk mengenal Yesus sebagai Juruselamat.

  4. Hasilnya: pujian yang membara
    → bukan sekadar kata-kata,
    melainkan hati yang dinyalakan kasih.

Pujian sejati lahir ketika kita melihat:

  • karya Putra sudah sempurna,

  • Roh bekerja di dalam,

  • dan Allah dimuliakan.

📖 “Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan adalah pada Allah kita.” (Wahyu 19:1)


🙏 Doa Singkat
“Allah yang mulia, kami memuji Engkau karena Putra-Mu telah menjadi Imam kami dan Roh-Mu telah menerangi hati kami. Biarlah hidup kami menjadi pujian yang membara, kini dan selama-lamanya. Amin.”